+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

WHO Sebut Anak Muda Juga Berisiko Terinfeksi Virus Corona

WHO Sebut Anak Muda Juga Berisiko Terinfeksi Virus Corona

WHO Sebut Anak Muda Juga Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) memperingatkan bahwa lonjakan penularan virus corona di sejumlah negara didorong sebab anak muda yang mulai bosan menjalani penguncian wilayah ( lockdown ).

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengucapkan sikap acuh anak muda malah membuat penularan virus corona semakin mudah. Selain orang tua, bani mudah sebenarnya juga berisiko terkena Covid-19.

“Meskipun karakter tua berisiki lebih tinggi terkena penyakit parah, orang yang lebih muda juga berisiko. Salah mulia tantangan yang kami hadapi merupakan meyakinkan anak muda tentang efek ini (tertular virus corona), ” ujar Tedros dalam pengarahan media di Jenewa, Swiss, Kamis (30/7) seperti mengutip AFP .


Ia mengutarakan ucapannya itu mengacu pada bukti bahwa di beberapa negara lonjakan kasus dipicu oleh sikap hisab anak muda terhadap penularan virus di tempat publik.

Menurutnya, di kira-kira negara anak muda mulai bepergian ke tempat publik untuk menghabiskan liburan musim panas dan mengacuhkan protokol kesehatan.

“Kami telah mengatakan sebelumnya dan ana akan mengatakannya lagi: anak bujang juga tidak bisa luput sejak virus. Anak muda juga bisa terinfeksi, bisa mati, dan bisa menularkan virus kepada orang lain, ” ucapnya.

Arahan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa bani muda harus melakukan pencegahan & menghalau risiko dari diri sendiri.

Ia secara istimewa menyesalkan pembukaan kembali klab malam di sejumlah negara yang malah memicu kemunculan klaster baru virus corona.

“Apa yang kita ketahui mengenai anak muda adalah bahwa itu dapat terinfeksi, dapat menularkan virus kepada orang lain, mayoritas budak muda yang terinfeksi cenderung mempunyai gejala lebih ringan, tetapi itu tidak selalu konsisten, ” ujar Kerkhove.

“Kami tahun kalau anak muda juga bisa mengidap penyakit yang lebih payah. Kami tahu bahwa anak bujang dapat berakhir di ICU serta kami juga tahu bahwa budak muda bisa mati, ” katanya menambahkan.

Kerkhove mengutarakan tim WHO saat ini telah belajar lebih banyak tentang buah jangka panjang Covid-19, bahkan dalam kelompok usia yang memiliki gejala ringan

Data statistik John Hopkins University mencatat hingga kini ada 17. 116. 702 kasus virus corona di segenap dunia. Angka kematian akibat Covid-19 mencapai 668. 949 jiwa.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]