+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Twitter Jelaskan Beri Label Cuitan Trump: Tekan Hoaks

Twitter Jelaskan Beri Label Cuitan Trump: Tekan Hoaks

Twitter Jelaskan Beri Label Cuitan Trump: Tekan Hoaks

Jakarta, CNN Indonesia —

Twitter mengklaim pemberian label misinformasi & hoaks   pada sejumlah cuitan Presiden AS  Donald Trump berpengaruh pada pengurangan penyebaran kabar bongak di platformnya.

Jaringan media sosial tersebut menyatakan, akun resmi Trump mengalami penurunan 29 persen dalam ‘quote tweets’ dalam cuitan-cuitan yang diberi label misinformasi dan hoaks, “Official sources stated that is false and misleading. ”

Dalam 24 hari sejak Pemilu AS, Twitter telah memberikan sebutan peringatan informasi palsu kepada 200 cuitan dan postingan Presiden Donald Trump, termasuk yang di-retweet. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah.



Seperti dilansir Variety , sekitar 30 persen postingan Trump di Twitter ditandai Twitter sebagai informasi palsu sejak keseluruhan pemberian serta penghitungan pandangan ditutup pada 3 November.

Beberapa peringatan yang diberikan Twitter terhadap cuitan Trump berbunyi, “Berbagai sumber menyebut pemilihan ini berbeda, Klaim tentang kecurangan pemilu ini diperdebatkan, atau Pelajari cara memberi suara lewat pengiriman tulisan yang aman dan terjamin. ”

Demi mencegah penyebarluasan informasi palsu, Twitter juga telah menambahkan pertanyaan di saat pengguna hendak menyukai (like) cuitan yang diberi label keterangan.

Pengguna akan ditanya apakah mereka benar-benar akan menyukai cuitan yang berpotensi sebagai informasi bohong tersebut.

Kedudukan Trump sebagai penyebar informasi palsu saat Pemilu akan berubah dalam 2021. Twitter pada Jumat (20/11) mengatakan pihaknya akan menyerahkan lagam atas akun @POTUS (President of The United States) kepada kepala AS terpilih Joe Biden pada Hari Pelantikan, Januari mendatang.

Akun @POTUS adalah akun resmi Presiden AS dan terpisah dari akun pribadi Presiden Donald Trump, @realDonaldTrump dengan sering digunakan oleh Trump.

Tak hanya itu, Twitter juga akan mencabut hak luar biasa Donald Trump setelah resmi lengser dari posisinya.

Twitter mengonfirmasi bahwa akun @realDonaldTrump akan tunduk pada aturan yang persis seperti pengguna lainnya, termasuk dilarang menghasut kekerasan dan mengunggah informasi palsu tentang pemungutan suara ataupun pandemi virus corona.

Twitter biasanya mengambil tindakan terhadap akun yang melanggar kebijakan serta pedoman mereka. Tetapi dalam urusan yang menyangkut para pemimpin dunia, hal itu tidak berlaku pas.

(chri/bac)

[Gambas:Video CNN]