+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Tips Hemat Atur Uang Operasional saat PSBB

Tips Hemat Atur Uang Operasional saat PSBB

Tips Hemat Atur Uang Operasional saat PSBB

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) pekan depan bakal mewujudkan para  pekerja ibu kota menghabiskan banyak waktu di rumah. Peristiwa ini dapat berdampak positif untuk kondisi  perekonomian mereka, tergantung bagaimana uang yang masuk dengan dikelola dengan tepat.

Namun, perlu diperhatikan bahwa hemat sekadar tak cukup.

Pengelolaan keuangan saat PSBB  harus dikerjakan dengan cermat sebab banyak pos pengeluaran lain yang meningkat sesuai listrik dan berpotensi jadi tanggung terhadap keuangan. Berikut sejumlah trik yang perlu diperhatikan:



Cari Tahu Posisi Finansial Karakter

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Nusantara Andy Nugroho mengatakan di pusat masa pandemi, publik masih dihadapkan pada ketidakpastian terhadap kondisi perekonomian. Karena itu, dana darurat penting disisihkan untuk mencegah kemungkinan terburuk.

Namun, ia mengajukan agar pekerja kembali menghitung kembali dan memperhatikan lagi berapa sokongan darurat dan tabungan yang dimiliki, termasuk investasi serta utang-utang dengan dimiliki sekarang.  

Jika karyawan menyadari bahwa wadah bekerja  bisa ‘tergoyang’ secara finansial karena pandemi, maka pekerja harus paham bahwa hal tersebut bahan berimbas langsung kepada mereka.

“Dari hal ini kita bisa mengetahui dengan lebih akurat kondisi dan kedudukan kita sekarang secara finansial. Bahkan seandainya ikut terdampak secara finansial, maka harus ikut mendata serupa asset yang dapat segera dijual ataupun dicairkan, ” ucapnya.

Belanja Hanya untuk Kebutuhan  Istimewa

Berbelanja keperluan yang urgent dan penting agar  bertambah hemat saat PSBB. Hindari membelanjakan uang ke hal-hal yang bersifat keinginan semata.

Lupa satu yang perlu diprioritaskan untuk pembelanjaan adalah pembayaran berbagai urusan seperti cicilan kredit dan  tagihan lainnya.    

Jika merasa berangkat jenuh, misalnya dengan makanan yang sama tiap harinya maka bisa dilakukan dengan mengganti menu sasaran atau berbelanja yang harganya sedikitnya sama atau jauh lebih gampang.

“Contoh adalah bayaran kebutuhan makan sehari-hari. Tapi bisa kita ganti menunya ke bakal yang tetap bergizi namun lebih murah, serta tidak belanja makanan-makanan yang kurang perlu, ” benar Andi.

Tambah Bagian Dana Darurat

Secara mengurangi pembelanjaan yang bersifat keinginan, lanjut Andi, maka uang yang ada dapat dipindahkan alokasinya buat menambah besar porsi dana gawat.

Sementara jika penghasilan masih dirasa kurang untuk melakukan  saving,   disarankan agar menambah pemasukan dilakukan secara berbisnis. Namun perlu dicatat, jumlah modal yang sebaiknya dialokasikan di awal maksimal adalah 30 komisi dari dana menganggur yang dimiliki.

Pisahkan Kebutuhan Awak dan Bekerja

Tengah itu, Perencana Keuangan Finansial Consulting Eko Endarto menyarankan agar pelaku memisahkan kebutuhan pribadi dan order saat menjalani Work From Home ataupun Study From Home.

Misalnya, penerapan kuota internet yang pastinya mau meningkat. Sebisa mungkin, menurut Eko, kebutuhan pulsa untuk aktivitas kegiatan dan nonkerja dipisahkan agar pemakaiannya dapat dikontrol. Dengan demikian budget yang dikeluarkan untuk biaya tersebut dapat ditekan.

“Sama juga dengan elektrik, harus dioptimalkan. Pemakaian AC misalnya, kalau bisa jangan dinyalakan tetap. Ciptakan kondisi rumah seperti jawatan tanpa harus membuang banyak energi listrik tetapi tetap nyaman, ” tuturnya.  

Cermati Potensi Investasi

Eko juga menyarankan pekerja yang mempunyai dana lebih untuk investasi tiba masuk ke instrumen saham ataupun instrumen lainnya yang sedang menemui penurunan. Namun disarankan tidak mencantumkan dana darurat untuk investasi.

“Kalau emas kan saat ini masih tinggi, ya, bisa cari yang sedang murah, untuk masa panjang. Karena kalau sekarang penuh yang turun. Tapi, jangka lama akan terjadi sebaliknya, jadi tersebut investasi untuk jangka panjang, ” ucap Eko.

Peristiwa yang sama juga diungkapkan sebab Andy. Ia mengatakan uang penganggur untuk investasi tersebut bisa diparkir paling tidak setahun.

Namun, ia mengajukan untuk memilih portofolio investasi dengan pergerakannya stabil. Ini untuk perkiraan agar modal tidak tergerus sungguh-sungguh dalam jika menempatkan dana di instrumen dengan risiko tinggi, bagaikan saham.

Selain itu bisa juga menempatkan dana pada instrumen deposito dan reksa biaya pasar uang. “Pilihlah instrumen investasi yang berisiko rendah dan lurus dicairkan lagi, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf)