+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Takut Digeruduk Taliban, Salon Afghanistan Tutupi Iklan

takut-digeruduk-taliban-salon-afghanistan-tutupi-iklan-1

Takut Digeruduk Taliban, Salon Afghanistan Tutupi Iklan

Jakarta, CNN Indonesia —

Sejumlah pemilik toko pakaian hingga salon kecantikan di Ibu Kota KabulAfghanistan mulai menutup atau mencabut iklan yang memajang wajah perempuan ketimbang digeruduk Taliban.

Seperti dilansir AFP, Kamis (19/8), langkah itu ditempuh oleh sejumlah pemilik toko pakaian perempuan, tata rias, hingga salon kecantikan di Kabul supaya tempat usaha mereka tidak digeruduk oleh gerilyawan Taliban.

Para pemilik toko itu memilih mencabut stiker iklan yang memajang wajah perempuan tanpa cadar atau menutupinya dengan cat.


Dalam dua dasawarsa di bawah pendudukan pasukan koalisi Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), gerai yang menjajakan barang dan jasa kebutuhan perempuan tumbuh subur di Kabul.

Akan tetapi, setelah Taliban menguasai Kabul, maka para pemilik toko itu memilih menutup iklan yang memperlihatkan sosok perempuan tanpa cadar atau hijab.

Dalam jumpa pers perdana, Taliban menyatakan mereka akan mengampuni penduduk Afghanistan yang pernah bekerja untuk pemerintahan sebelumnya atau bagi militer asing, serta menjaga hak-hak para perempuan. Mereka juga menyatakan akan tetap menjaga keselamatan dan keamanan seluruh penduduk Afghanistan serta bekerja sama dengan negara lain.

Juru Bicara Biro Politik Taliban, Suhail Shaheen, dalam jumpa pers di Doha, Qatar, menyatakan akan menjaga hak-hak perempuan, termasuk buat menempuh pendidikan hingga universitas.

Saat Taliban berkuasa pada 1996 sampai 2001, seluruh sekolah khusus perempuan di Afghanistan ditutup. Saat itu kaum perempuan di Afghanistan juga dilarang bepergian tanpa pendamping lelaki dan bekerja, serta diwajibkan mengenakan burkak ketika berada di luar rumah.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]