+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Sentral Beri Pinjaman, DKI Usul Perkiraan Banjir 2020-2021 Rp5 T

Sentral Beri Pinjaman, DKI Usul Perkiraan Banjir 2020-2021 Rp5 T

Sentral Beri Pinjaman, DKI Usul Perkiraan Banjir 2020-2021 Rp5 T

Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Badan Perencanaan Pendirian Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko   mengatakan pihaknya mengusulkan anggaran program pengendalian  banjir 2020-2021 hingga Rp5, 3 triliun.

Rinciannya, anggaran pengendalian banjir 2020 diusulkan sebesar Rp1, 7 triliun, anggaran 2021 Rp3, 6 triliun.

“Sekitar begitu, sekali lagi ini usulan & kita belum dikucurkan juga, ” kata Nasruddin saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).


Usulan anggaran tersebut diajukan sesudah Pemerintah Provinsi DKI mendapat simpanan pinjaman dari pemerintah pusat sebesar Rp12, 5 triliun. Pinjaman buat DKI Jakarta terdiri dari usulan pinjaman untuk tahun ini senilai Rp4, 5 triliun dan Rp8 triliun di 2021.

Lebih lanjut, Nasruddin mengatakan masa ini pihaknya juga masih terus menggodok soal usulan anggaran banjir dan program lainnya. Oleh karena itu, menurut dia, angka tersebut masih bisa berubah.

“Ini usulan kita ya, kami belum berani bilang ini telah jadi pinjaman tetapi ini sedang terus digodok karena ada dengan disebut dengan maksimal pagu, syukur kalau ini bisa disetujui, ” jelas Nasrudin.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani  menyetujui pemberian pinjaman senilai Rp16, 5 triliun untuk DKI  Jakarta dan Jawa Barat. Ia memperhitungkan kedua provinsi ini berdampak gembung terhadap penanganan Covid-19 dan pembaruan ekonomi.

“Kalau DKI Jakarta dan Jawa Barat terbit, dua wilayah itu bisa 30 persen dari PDB Indonesia, jadi pengaruhnya besar ke ekonomi kita, ”  aku  Sri, beberapa masa lalu.

Persoalan anggaran banjir ini sempat disorot DPRD  DKI  Jakarta. Ketua Komisi D DPRD DKI  Ida Mahmudah meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasti menjalankan program pencegahan banjir di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Untuk program pengendalian banjir harus lestari terlaksana, walaupun belum dilaksanakan, sesuai (pembangunan) rumah pompa, ” sebutan Ida saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).

Ida juga membuktikan bahwa program normalisasi sungai dalam Jakarta sempat terhenti karena pandemi  Covid-19. Pasalnya, semua anggaran dengan ada saat itu dialihkan seluruh untuk penanganan Covid-19.

Di sisi lain, realisasi anggaran program pengendalian banjir di Jakarta pada APDB  2019 baru 63, 76 persen atau Rp2, 11 triliun dari total anggaran Rp3, 31 triliun. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyuarakan ada  kendala teknis di lapangan.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]