+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Salur Khusus Road Bike Ulama Sudirman Dianggap Kebijakan Kasar

jalur-khusus-road-bike-jalan-sudirman-dianggap-kebijakan-liar-1

Salur Khusus Road Bike Ulama Sudirman Dianggap Kebijakan Kasar

Jakarta, CNN Indonesia —

Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan  berpendapat kalau jalur khusus untuk roda di sepanjang Jalan Sudirman -Thamrin, Jakarta ialah kebijakan liar. Sebab patuh Azas keputusan tersebut tak ada dasar aturannya.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah membuka alternatif menambah jalur khusus untuk sepeda road bike di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Pesepeda road bike boleh memakai jalur kendaraan umum antara pukul 5. 00-6. 30 pagi mulai Senin-Jumat.

“Kebijakan pesepeda bisa di jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu – Tanah Abang dan jalan Sudirman-Thamrin pada jam tertentu pagi hari adalah liar, ” ucap Azas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/6).


Azas mengatakan kebijakan tersebut bisa berpotensi menimbulkan keonaran dan menjadi preseden membatalkan dalam penegakan aturan berantakan lintas. Kebijakan itu mampu membahayakan bagi pesepeda.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga terbatas sebab yang diperbolehkan hanya sepeda road bike. Selain itu, kebijakan tersebut bisa menimbulkan citra buruk untuk pesepeda umum.

“Cara membuat kebijakan yang luar seperti ini pula diskriminatif serta akan merusak citra pesepeda secara umum, ” ucap dia.

Azas menyebut kebijakan itu bertentangan dengan UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal 122 poin B dan C dijelaskan mengangkut atau menarik barang yang dapat merintangi ataupun membahayakan pengguna jalan atau menggunakan jalur kendaraan bermotor telah disediakan jalur pekerjaan khusus bagi kendaraan tak bermotor.

Oleh sebab itu, ia meminta pihak kepolisian Polda Metro Jaya dan Pemprov Jakarta harus hentikan kebijakan tersebut.

“Tidak bisa pihak kepolisian mendukung kecendekiaan liar dan harus menancapkan aturan yang sudah tersedia, ” ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI menyerahkan dispensasi pada pesepeda road bike untuk melintas kolom kendaraan umum, di luar jam sibuk antara memukul 5. 00 sampai pukul 6. 30 WIB.

Dispensasi itu diberikan buntut polemik aksi pesepeda road bike yang diacungi jari tengah oleh pengendara motor.

Secara dispensasi tersebut, road bike bisa melaju di Hidup Sudirman-Thamrin dan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya tak mempunyai landasan hukum dalam menyerahkan dispensasi tersebut.

“Bersepeda Itu termasuk kegiatan positif. Namun, demikian pesepeda harus diatur di kolom yang diadakan, ” kata pendahuluan Riza ditemui di kompleks Balai Kota, Rabu (2/6).

Sementara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar awak tak egois menggunakan galur kendaraan umum. Menurutnya urat tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi satu jenis moda transportasi.

“Jadi justru yang kita terlantas itu. Jadi semuanya sadarilah jalan ini bukan hak satu jenis moda transportasi. Jadi jangan sampai tersedia yang menggunakan jalan tanpa memikirkan keselamatan orang lain maupun dirinya, ” sekapur dia, di Kompleks Balai Kota DKI, Kamis (3/6).

Dinas Pertalian Provinsi DKI Jakarta mau melaksanakan Uji Coba kesibukan Road Bike di ruas jalan Jenderal Sudirman porakporanda M. H. Thamrin pada Senin, 7 Juni 2021 hingga Jumat, 11 Juni 2021 dari pukul 05. 00 sampai 06. 30 WIB.

(yla/ugo)

[Gambas:Video CNN]