+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Rusuh dan Ramai Streaming Indonesia Kurun Kiwari

Rusuh dan Ramai Streaming Indonesia Kurun Kiwari

Rusuh dan Ramai Streaming Indonesia Kurun Kiwari

Jakarta, CNN Indonesia —

Salah satu jenis hiburan yang tak mampu lepas dari gaya hidup umum Indonesia era kiwari saat ini adalah streaming. Kini pun  layanan streaming lokal ikut memperkaya pilihan di antara raksasa-raksasa streaming yang telah ada.

Namun Nusantara sendiri sejatinya terbilang terlambat menikmati streaming yang baru ramai dalam lima tahun terakhir, mengingat internet telah ada di awal milenium dan penyedia streaming telah muncul di Amerika Serikat sebelum 2010.

Pada Januari 2016, Netflix dari AS resmi menginjakkan kaki di Indonesia bersamaan secara 129 negara lainnya. Jejak Netflix ke Indonesia diikuti oleh servis streaming lainnya seperti Iflix, Hooq, Viu, dan Amazone Prime Gambar.


Di tengah para-para raksasa streaming dunia mulai menyelundup ke ponsel dan gawai masyarakat Indonesia, sejumlah layanan streaming lokal pun ikut muncul dan berusaha menarik pasar domestik.

Sebut saja MAXstream yang masih di bawah bimbingan Telkomsel. Layanan ini muncul pada 2018 bersamaan dengan Piala Negeri 2018 yang diadakan di Rusia. Kemudian disusul dengan layanan streaming lainnya seperti GoPlay pada 2019, lalu Klik Film, hingga Hidup Online.

Meski sejenis, sejumlah pelaku penyedia layanan streaming lokal menyebut bahwa Indonesia tidak terhitung telat menikmati era streaming meski tak bersamaan dengan negara lain.

Penggunaan Netflix di Indonesia Dalam Januari 2016, Netflix dari GANDAR resmi menginjakkan kaki di Indonesia bersamaan dengan 129 negara lainnya. (CNN Indonesia/Daniela)

“YouTube mungkin yang paling pertama sejak tahun 2005. Tetapi beda bagian dan karakter [dari layanan streaming yang menyajikan konten video], ” kata GM Digital Experience Strategy Telkomsel Luthfi C. Wibisono yang menaungi MAXstream.

Apalagi, Indonesia diramal akan berkembang menjelma pasar digital yang besar berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Brain & Co mengenai ekonomi berbasis internet.

Laporan itu menunjukkan bahwa nilai ekonomi berbasis internet atau Gross Merchandise Value (GMV) di Asia Tenggara sampai akhir tahun ini mencapai US$105 miliar. GMV diprediksi naik sekitar tiga kali lipat mencapai US$300 miliar pada tahun 2025.

Bila dilihat dari segi negeri, Indonesia menjadi negara penyumbang GMV tertinggi dengan US$44 miliar sampai akhir 2020. Kemudian pada 2025 nilai ekonomi berbasis internet dalam Indonesia diprediksi mencapai US$124 miliar, jauh meninggalkan negara Asia Tenggara lain dengan kisaran US$22-53 miliar.

“Bayangkan, kalau konten setidaknya punya kepala persen dari US$124 miliar, bermanfaat US$1, 24 miliar atau sekitar Rp17 triliun. Buat saya ruang untuk tumbuh masih sangat gembung, hari ini industri bisnis konten masih early stage growth. Jika mau investasi, sekarang, ” sekapur Angga Dwimas Sasongko, sutradara dengan juga pendiri serta CEO daripada Visinema yang menaungi Bioskop Online.

Para pemain lokal ini pun hadir dengan sifat masing-masing demi bisa menarik pengguna melalui konten mereka yang lalu berharap bisa menghasilkan cuan, serupa MAXstream menargetkan pasar utama dengan kehadiran seleb terkenal.

Sineas Angga Dwimas Sasongko bersama sejumlah aktifis pro demokrasi yang mendaftarkan Pengujian Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, membentangkan spanduk seusai melengkapi syarat gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK),Jakarta, Kamis (21/6). Mereka meminta MK untuk menghapus ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2018 mendatang. Angga Dwimas Sasongko, sutradara yang juga pendiri serta CEO dari Visinema yang menaungi Bioskop Online. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kemudian ada Klik Hidup yang memiliki film-film lawas & remaja, GoPlay dengan konten penyesuaian Korea dan Amerika, serta Hidup Online yang mengincar pasar side stream serta festival.

Makin, momen pagebluk Covid-19 yang berlaku nyaris sepanjang 2020 membantu mendaulat pengguna streaming akibat kebijakan lockdown & bekerja dari rumah di bermacam-macam daerah di dunia. Bioskop pada berbagai negara, termasuk Indonesia, pun ditutup demi mencegah penyebaran Covid-19 yang memicu migrasi pencinta film ke layanan streaming.

Meski begitu, bukan hanya penyedia layanan streaming legal yang menikmati lonjakan pengguna. Para penyedia servis streaming ilegal pun merasakan situasi serupa meskipun salah satu raksasa situs bajakan, IndoXXI, mengumumkan berakhir beroperasi pada awal 2020.

“Enggak bakal ada penjual kalau enggak ada pembeli, ” kata satu diantara pengelola layanan streaming ilegal kepada CNNIndonesia. com periode ditanya peluang eksistensi mereka usai ribuan situs ilegal yang ditutup oleh Pemerintah Indonesia.

Ucapan itu pun tercermin melalui survei dari kongsi riset dan analisis data hidup, YouGov, yang dipublikasikan pada Desember 2019. Sebanyak hampir dua mulai tiga atau 63 persen konsumen daring atau online di Nusantara menonton situs streaming ilegal ataupun situs torrent.

Para-para pengguna layanan ilegal tersebut memakai berbagai media, mulai dari posisi hingga aplikasi tertentu. Bahkan 44 responden berusia 18 hingga 24 tahun mengaku menggunakan layanan ilegal tersebut.

Situs Pengganti IndoXXI Salah satu raksasa situs bajakan, IndoXXI, mengumumkan berhenti beroperasi pada mula 2020. (IndoXXI)

Biar dihantui oleh pembajakan, pasar perfilman di Indonesia, terutama streaming yang legal, diprediksi akan terus berkembang dan menjadi tuan rumah pada negeri sendiri.

“Tetapi, apakah [layanan streaming lokal] bisa berkompetisi dengan perusahaan multinasional? Kalau dari segi modal sulit buat berkompetisi. Saya rasa akhirnya kompetisi ada pada nilai tambah, agar pelanggan merasa mendapatkan yang itu inginkan, ” kata Hikmat.

Meski dari kondisi Indonesia yang masih ‘balita’ terkait bisnis streaming, tak bisa dimungkiri bahwa keberadaan jasa hiburan via internet tersebut telah menjadi fenomena dan kebutuhan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Wujud itu yang kemudian akan dibahas oleh CNNIndonesia. com dalam sebuah fokus bertajuk Ramai Lapak Streaming Indonesia edisi 22 November 2020.

Keramaian itu tidak hanya dari penyedia layanan streaming di Indonesia khususnya dari tangan para kreator lokal, tetapi selalu dari mereka yang menggerakkan servis streaming dari sisi gelap pabrik digital ini.

(end/end)

[Gambas:Video CNN]