+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Ruang Inovasi RI Terendah Kedua pada ASEAN, Daya Saing Rendah

Ruang Inovasi RI Terendah Kedua pada ASEAN, Daya Saing Rendah

Ruang Inovasi RI Terendah Kedua pada ASEAN, Daya Saing Rendah

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyebut daya saing  Indonesia dibanding negara-negara  ASEAN masih rendah. Ini dilihat dari angka indeks inovasi global.

“Indeks inovasi global kita itu nomor dua terendah di ASEAN. Jauh di kolong negara tetangga kita Singapura & Malaysia. Rendahnya indeks inovasi global membuat daya saing kita tak terlalu baik, ” kata Bambang melalui konferensi video di program Konferensi Forum Rektor Indonesia, Sabtu (4/7).

Padahal menurutnya inovasi perlu ditingkatkan untuk melanyak pertumbuhan ekonomi. Ia mengingatkan Indonesia punya target menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2024. Untuk mencapai itu pendapat per kapita suatu negara harus mencapai lebih lantaran US$12. 535.


Sedangkan pendapatan perkapita Indonesia baru di angka US$4. 050. Ini hanya beda 5 dolar di atas batas pendapatan mulai kapita negara berpendapatan rendah.

“Di sini butuh kunjungan panjang. Karena untuk mengejar GNI per kapita 12 ribu kita butuh upaya yang biasa buat lompat dari 4 ribu, ” ujarnya.

Untuk tersebut, Bambang menilai ada sejumlah upaya yang perlu dilancarkan pihaknya berhubungan industri dan akademisi. Salah satunya memperbaiki ekosistem riset dan pembaruan.

Menurut dia selama ini ekosistem riset dan inovasi di Indonesia sudah indah, namun belum direalisasikan. Di bibir itu pemanfaatan dana untuk riset dan inovasi juga belum dimaksimalkan.

Ia menyatakan belanja penelitian dan pengembangan atau GERD Indonesia baru mencapai 0, 25 persen atau Rp37 triliun. Serta pemanfaatan itu juga didominasi daerah pemerintah sebanyak 84 persen.

Kondisi ini jauh dari angka ideal. Apalagi jika dipadankan dengan negara yang gencar permutasi seperti Korea Selatan, di mana belanja litbang mereka di atas 4 persen. Dan 70 obat jerih antara lain didominasi sektor swasta.

Di tepi itu Bambang juga menyarankan biar Indonesia tidak hanya berpaku di sumber daya manusia. Melainkan memeriksa memaksimalkan nilai tambah pada sumber daya alam.

(fey/dea)

[Gambas:Video CNN]