+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

PPNI Kritik Pemerintah, PPKM Mikro Gagal Atasi Pandemi

ppni-kritik-pemerintah-ppkm-mikro-gagal-atasi-pandemi-1

PPNI Kritik Pemerintah, PPKM Mikro Gagal Atasi Pandemi

Jakarta, CNN Indonesia —

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) meminta komitmen pemerintah pusat dalam menekan laju penyebaran Covid-19   yang bagi hari Kamis (24/6) balik mencatat rekor harian secara menembus angka 20 seperseribu kasus positif.

Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah meminta agar kebijakan yang telah diambil negeri tak sekadar judul, dan lemah dalam implementasi. Menurut Harif, rekor kasus positif harian menunjukkan pemerintah rusak mengendalikan pandemi sejak desa.

“Misalnya PPKM mikro, ya kita jalankan. Atau lockdown kita jalankan. Jangan judulnya PPKM, akan tetapi hajatan masih ada. Kumpul tidak dibubarkan, ” cakap dia kepada CNNIndonesia. com , Kamis (24/6).


Harif menyebut, tenaga kesehatan tubuh terutama perawat di lima provinsi di Pulau Jawa saat ini mulai kewalahan, akibat lonjakan kasus tentu. Ia tak menampik seluruh provinsi saat ini berangkat kekurangan tenaga kesehatan.

Saat ini, ia mengaku telah meminta penambahan jumlah tenaga kesehatan. Bukan hanya pembela, namun termasuk tenaga kesehatan tubuh lain seperti dokter, bagian, ahli gizi, hingga gaya laboratorium.

“Kami beberapa hari yang lalu dan tadi ada rapat koordinasi dengan Kemenkes buat berkoordinasi penyediaan relawan, ” kata dia.

Khusus DKI, kata Harif, pihaknya telah mengajukan sedikitnya 923 relawan tenaga kesehatan kepada Kementerian Kesehatan. Tatkala, beberapa provinsi sisanya masih proses menghitung.

Harif meminta pemerintah melalukan program penyelamatan rumah sakit. Selain memenuhi jumlah tenaga kesehatan yang mulai menipis, ia melaporkan banyak rumah sakit dengan mulai angkat tangan, bagaikan akibat kekurangan oksigen.

Dalam sebulan belakang sejak pertengahan Mei, PPNI mencatat sedikitnya 324 tenaga kesehatan dinyatakan positif Covid-19, dan 24 yang asing meninggal dunia.

“Kedua adalah program penyelamatan tenaga kesehatan. Itu istimewa ya. Tapi yang tak kalah penting hulunya dibereskan juga, ” kata tempat.

(thr/DAL)

[Gambas:Video CNN]