+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Polri Selidiki Aksi Peretasan Situs DPR

Polri Selidiki Aksi Peretasan Situs DPR

Polri Selidiki Aksi Peretasan Situs DPR

Jakarta, CNN Indonesia —

Polri menyatakan mulai menyelidiki insiden peristiwa peretasan terhadap sejumlah situs pemerintahan, termasuk situs DPR RI selama masa penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja belakangan ini.

Untuk diketahui, peretasan dilakukan oknum dengan mengganti mengganti kaca utama situs resmi DPR/MPR www.dpr.go.id dari tulisan Dewan Perwakilan Anak buah (DPR) menjadi Dewan Penghianat Anak buah (DPR).

“Ya, diselidiki. Untuk kesimpulan nanti setelah tersedia hasil lidik, ” kata Besar Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).


Saat diakses CNNIndonesia. com pada Kamis (8/10) memukul 12. 10 WIB, situs dpr. go. id sudah dapat diakses kembali. Tampilan layar juga sudah seperti sediakala tanpa perubahan.

Sebagai informasi, pada Kamis pagi situs tersebut mengalami kelumpuhan sehingga tak mampu diakses.

Saat kedudukan dibuka, muncul tulisan ‘ An error occurred while processing your request ‘. Berarti, terjadi error saat pemrosesan permintaan akses Anda. Ada pula kode ‘ Reference #102. 73a20017. 1602128336. 26f168a ‘.

Saat dimintai konfirmasi tentang hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate menyebut situs itu sedang dalam penanganan.

“Sedang dalam penanganan dan Tim IT DPR RI sudah menyandarkan situs yang dihack tersebut, ” tulisnya lewat layanan pesan, Kamis (8/10).

Sementara itu, sejak Selasa (6/10), aksi tolak omnibus law UU Ciptaker terjadi di hampir seluruh wilayah dalam Indonesia. Aksi pun pecah di Jakarta pada Kamis (8/10), pada mana pada dua hari baru polisi berhasil memblokade massa lagak melakukan unjuk rasa penolakan omnibus law Ciptaker  di ibu kota RI tersebut.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]