+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Perlukah Tes Antibodi Setelah Vaksin Covid-19?

perlukah-tes-antibodi-setelah-vaksin-covid-19-1

Perlukah Tes Antibodi Setelah Vaksin Covid-19?

Jakarta, CNN Indonesia —

Tes antibodi mulai ramai dibicarakan di Indonesia. Tak sedikit orang-orang yang pernah terpapar Covid-19 atau bahkan telah divaksin melakukan tes ini untuk melihat seberapa kuat tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus Corona.

Perlukah melakukan tes antibodi setelah vaksinasi Covid-19?

Di beberapa negara termasuk Indonesia tes antibodi ini belum dianjurkan. Apalagi, tes terhadap orang-orang yang telah melakukan vaksinasi Covid-19.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe menyebut hingga saat ini belum ada angka pasti yang menjadi penentu seberapa tinggi hasil tes yang bisa menyatakan bahwa imun atau antibodi tubuh telah mampu melawan Covid-19.

“Tidak ada organisasi kesehatan manapun baik itu WHO maupun Kemenkes yang menganjurkan pemeriksaan antibodi setelah vaksin,” kata Dirga saat melakukan sesi live Instagram dengan Kementerian Kesehatan, Rabu (25/8).

Sebab, lanjut Dirga, pada dasarnya setiap orang yang pernah melakukan vaksinasi Covid-19 antibodi di tubuhnya telah terbentuk untuk melawan Covid-19.

Saat dilakukan pemeriksaan antibodi, memang akan muncul angka yang memperlihatkan seberapa kuat antibodi di dalam tubuh. Namun tak ada penelitian yang menunjukkan angka pasti yang terbaik untuk melawan vaksin ini.

“Belum ada kesepakatan berapa angka ideal,” kata Dirga menegaskan.

Oleh karena itu, pemeriksaan antibodi ini tidak disarankan untuk dilakukan. Namun, jika memang ada masyarakat yang tetap ingin tes antibodi, sebaiknya dilakukan setelah dua pekan vaksinasi dilakukan.

“Jangan setelah vaksin langsung dicek antibodinya. Ini belum terbentuk ya,” ujar Dirga.

Tetap Harus Jaga Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, Dirga juga mengatakan bahwa meski telah divaksin kemungkinan terpapar Covid-19 memang masih ada. Hanya saja, tingkat gejala yang dialami seseorang yang pernah dan belum pernah divaksin tentu berbeda.

Dia menyatakan, orang yang belum pernah divaksin sama sekali tidak memiliki antibodi, sehingga tak ada perlawanan berarti dari tubuh saat virus ini masuk.

“Kalau sudah vaksinasi begitu ada virus masuk antibodi segera dibentuk, kemungkinan meninggal dunia kecil,” kata Dirga.

Dia juga meminta agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan meski telah melakukan vaksinasi hingga dua dosis.

“Kalau suntik pagi bukan sorenya kebal, itu butuh waktu, kalau sudah dua kali vaksin, dua pekan setelah vaksin kedua juga tetap disiplin prokes, artinya ini masih pandemi. Kita lakukan segala upaya agar proteksi kita bisa bagus,” katanya.

(tst/agn)

[Gambas:Video CNN]