+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Pelaku Penganiaya Perawat di Palembang Sempat Mengaku Polisi

pelaku-penganiaya-perawat-di-palembang-sempat-mengaku-polisi-1

Pelaku Penganiaya Perawat di Palembang Sempat Mengaku Polisi

Palembang, CNN Indonesia —

Karakter penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya  Palembang sempat mengaku sebagai penjaga saat mencari jalan dilerai. Hal tersebut diakui oleh para perawat serta petugas keamanan yang tersedia pada saat JT menampar, mendaulat, dan menjambak perawat Christina Ramauli, Kamis (15/4).

Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya Palembang Benedikta Beti mengatakan pelaku JT terus memberontak saat mencari jalan dilerai. Bahkan ponsel aparat keamanan yang merekam perkara tersebut pun dirampas dan dibanting ke lantai. Era keributan tersebut terjadi, lengah seorang keluarga pasien ruangan sebelah turut melerai.

“Kebetulan saat peristiwa, keluarga pasien di sebelah ruangan kejadian itu anggota polisi. Orang tersebut melerai dan mengaku bahwa dirinya polisi. Saat anggota penjaga tersebut berupaya melerai, JT pun mengaku sama-sama bagian kepolisian, ” ujar Benedikta saat konferensi pers, Jumat (16/4).


Usai kejadian, JT segera membawa anaknya pulang dari rumah rendah dan melengkapi administrasi. Pihak rumah sakit sempat melangsungkan penelusuran bahwa identitas JT yang sebenarnya bukan anggota kepolisian.

“Saat dicek dan diklarifikasi ternyata bukan polisi. Kami kendati tidak berhak menahan pasien pulang karena secara tata laksana semua sudah lengkap, ” tambah dia.

Sementara Direktur Utama RS Siloam Bona Fernando mengucapkan saat ini perawat Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut.

“Kami menyesali tindakan kebengisan yang dilakukan terhadap gaya kesehatan, ini tidak bisa ditolerir. Kami sudah serahkan semuanya kepada kepolisian buat mengusut tuntas kejadian kekerasan dan menindak pelaku kekerasan dengan tegas sesuai lembaga yang berlaku, ” introduksi Bona.

Bona mengatakan manajemen RS sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian buat melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian. Dalam perihal yang memicu kekerasan tersebut terjadi, Bona menyebut target sudah menjalankan tugas serta fungsinya sebagai perawat dengan optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Christina mencabut selang infus karena anak JT sudah dinyatakan sehat serta diperbolehkan pulang. Namun Bona enggan membeberkan secara uraian kronologi kejadian yang membuat korban Christina dianiaya oleh JT karena sudah ranah polisi untuk menyelidikinya.

“Detail peristiwa telah ada di kepolisian, laporan lengkap bisa minta ke Polres. Saya tidak akan berbicara soal kronologi sedang karena itu wewenang penjaga, ” ungkap dia.

Manajemen rumah kecil mendukung penuh perawat Christina dalam menempuh proses norma. Hingga saat ini, belum ada itikad baik dari pelaku JT untuk meminta maaf atau mediasi arah kejadian tersebut.

“Kita tunggu [mediasi]. Terkait kasus ini, pembela yang melapor. Jadi aku serahkan sepenuhnya keputusan ke perawat. Kalau setelah masukan polisi pelaku minta maaf dan perawat memaafkan, ya apa salahnya, ” ujar Bona.

Sebelumnya, salah satu perawat dalam RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Christina Ramauli S (28) melaporkan salah satu keluarga pasien berinisial JT ke Polrestabes Palembang karena telah menganiaya dirinya, Jumat (16/4). Christina menjalani luka lebam di paras dan perut.

Video kekerasan yang dialami Christina viral di media sosial setelah diunggah sebab akun instagram @perawat_peduli_palembang. Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, terlapor JT dengan mengenakan topi putih & kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru sekadar dibantu berdiri dari gaya duduk oleh rekannya.

Tampak petugas kesejahteraan dan pengunjung rumah melempem melerai dan mencegah JT untuk kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan JT untuk menyelamatkan diri. Kepolisian saat itu tengah melakukan penyelidikan.

(idz/bmw)

[Gambas:Video CNN]