+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Ospek Unesa, Senior Galak soal Gesper Berujung Viral

Ospek Unesa, Senior Galak soal Gesper Berujung Viral

Ospek Unesa, Senior Galak soal Gesper Berujung Viral

Jakarta, CNN Indonesia —

Kalender Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Anyar (PKKMB) atau ospek Unesa   yang digelar secara daring, di Senin (14/9) malam, menjadi  viral di media sosial. Kementerian Pelajaran Kebudayaan pun turun tangan menuntaskan dugaan perundungan atau bullying itu.

Ospek Unesa itu sendiri sempat menjadi trending topic di jalan sosial hingga 32. 800 kicauan usai video rekamannya yang berdurasi 30 detik diunggah ke akun  Twitter @skipberat.

Di unggahan tersebut, terdengar suara mulia yang meminta untuk memperlihatkan ikat pinggang.


Seorang mahasiswi terakhir (maba) yang mengenakan setelan jilbab hitam, rok hitam, dan kemeja lengan panjang motif polkadot, di dalam posisi berdiri, menimpali, “enggak ada, mbak”.

Jawaban itu dikomentari nyinyir seorang mahasiswi senior. Mahasiswa senior yang lain pun membentak maba tersebut.

“Kamu tahu tata tertibnya gimana? ” bentaknya.

“Enggak dibaca tata tertibnya? ” cetus salah seorang mahasiswi superior.

“Maaf, kak, ” ucap maba itu lirih.

Polah para senior itupun memicu kecaman warganet. Beragam meme muncul menyindir para-para senior galak tersebut.

Ketua Satuan Kehumasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Vinda Maya Setianingrum menyebut ospek yang menjadi viral ini ada di Fakultas Ilmu Pendidikan.

PKKMB daring di kampusnya digelar di tujuh fakultas dan resmi dibuka pada Senin (7/9).

“Yang viral ini Fakultas Ilmu Pendidikan. Kami baru tahu setelah viral karena tujuh fakultas ini melayani PKKMB daring. Jadi, kami memang tidak bisa melakukan pengawasan dengan detail, ” ucapnya, dikutp dari Antara .

Rektor Unesa Nurhasan mengakui melakukan kesalahan di koordinasi PKKMB tersebut.

“Saat ini kami bersama arahan kemahasiswaan dari Fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan segenap masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan, ” ungkap dia melalui pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia. com , Selasa (15/9).

Konseling

Unesa pun mengaku mahasiswa dengan terlibat ospek itu, baik maba ataupun panitia, banyak mengalami lagu dari publik. Pihak kampus biar akan memberikan layanan konseling psikologi untuk menjaga kondisi mental itu.

“Mereka mengalami tekanan yang luar biasa hebat pada media sosial maupun langsung pada nomor pribadi, sehingga kami jiplak langkah cepat untuk memberikan layanan terapi kognitif yang biasa diberikan untuk penderita tekanan mental, ” kata Kepala Humas Unesa Vinda Maya Setyaningrum.

Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia

Pihak Unesa bersama badan PKKMB juga akan berkunjung ke rumah mahasiswa baru yang menjadi korban perundungan tersebut. Kampus berupaya menyelesaikan insiden ini dengan cara kekeluargaan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Nizam sempat menghubungi rektor Unesa langsung untuk meminta keterangan insiden ini.

Tetapi, ia menegaskan opsek akan pasti berlangsung secara daring tanpa tersedia unsur kekerasan, termasuk kekerasan wujud dan verbal.

“Selalu kita ingatkan PKKMB (Perkenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru) secara daring. Dan kampus harus terhindar dari kekerasan dan bullying, ” ujarnya.

Kemendikbud tunggal tengah membahas aturan formal yang bakal mengatur dan menindak kejadian bullying dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Aturan ini nantinya akan berbentuk Permendikbud.

(fey/arh)

[Gambas:Video CNN]