+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

OJK Ingatkan Pemerintah Ancaman Krisis Politik Akibat Corona

OJK Ingatkan Pemerintah Ancaman Krisis Politik Akibat Corona

OJK Ingatkan Pemerintah Ancaman Krisis Politik Akibat Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemimpin Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Wimboh Santoso   mewanti-wanti pemerintah soal potensi intimidasi   krisis kebijakan yang bersumber dari kegagalan mereka dalam mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi kelanjutan virus corona.

Pasalnya, jika hal tersebut terjadi, oleh karena itu dampaknya terhadap perekonomian akan lebih buruk jika dibandingkan saat ini. Wimboh  memberikan peringatan itu berkaca dari pengalaman saat krisis moneter 1998.

Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi mematok 13 persen.



“Sekarang ini lebih kecil (kontraksinya) dibandingkan pada saat 1998. Tapi kalau kita menentang dampak pada kegiatan sosial ekonomi lebih besar sekarang. Kenapa karena pada saat 1998 itu ada krisis multidimensi termasuk kirisis kebijakan, ini yang membuat kita benar hati-hati jangan sampai itu berlaku, ” ujar Wimboh dalam dialog virtual yang digelar Infobank, Kamis (19/7).

Belum teristimewa, menurut Wimboh, ongkos yang perlu dikeluarkan untuk pemilihan ekonomi saat itu cukup besar.

“Saat itu, kita adalah negeri yang mengeluarkan ongkos paling gembung jumlahnya 52 persen dari GDP, ” terangnya.

Biar demikian, Wimboh menilai kini Indonesia lebih siap dalam menghadapi kritis dibandingkan saat 1998. Pasalnya, berbagai regulasi sudah lengkap dan tertata serta memudahkan pemerintah  untuk mengambil langkah-langkah mitigasi dari ancaman dengan membahayakan perekonomian.

“Regulasi saat ini sudah tertata kelanjutan krisis 98, kita sudah ijmal standa. Sudah comply   dan a nggota G20 yang menjadi contoh negara lain, ” tuturnya.

Kesiapan Indonesia, menurut Wimboh juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2020 yang relatif lebih baik ketimbang negara-negara lain di kawasan Asia, yakni hanya minus 5, 2 persen.

“Ini lebih besar dari Korea Selatan, Vietnam, dan juga kalau lihat China. Kita masih bisa tetap bersyukur, ekonomi kita tidak terlalu membatalkan dibandingkan negara lain, ” tuturnya.

Wimboh juga optimistis ekonomi Indonesia bisa kembali sembuh, asalkan masyarakat mau ikut positif dengan tetap tidak melupakan adat kesehatan dalam melakukan aktivitas.

“Dan pemerintah bersama pemangku kepentingan lain berupaya keras supaya pertumbuhan ekonomi melalui domestik demand dilakukan dengan berbagai upaya, biar ini bisa timbulkan pemicu buat kebangkitan ekonomi kita, ” tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/age)