+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Myanmar Terus Berkobar, 5 Orang Tewas di Tangan Aparat

myanmar-terus-berkobar-5-orang-tewas-di-tangan-aparat-1

Myanmar Terus Berkobar, 5 Orang Tewas di Tangan Aparat

Jakarta, CNN Indonesia —

Para demonstran antikudeta  Myanmar masih terus mewujudkan aksi meski aparat kian brutal. Pada hari tersebut, Sabtu (3/4), lima orang dilaporkan tewas akibat berbenturan dengan aparat selama demonstrasi .

Jalan lokal melaporkan bahwa empat dari lima orang itu tewas dalam demonstrasi dalam Kota Monywa, ketika alat melepaskan tembakan tanpa henti.

“Mereka menembak tanpa henti menggunakan granat dan peluru tajam, ” ujar seorang demonstran dalam Monywa kepada Reuters .


Ia kemudian berkata, “Orang dalam sekitarnya langsung mundur serta dengan cepat membuat pemisah, tapi peluru menghujam kepala orang lainnya di ajaran saya. Dia tewas pada tempat. ”

Sementara itu, satu karakter lainnya tewas dalam pertikaian antara demonstran dan alat di Kota Thaton.

Laporan ini muncul tak lama setelah gabungan aktivis Asosiasi Bantuan buat Tahanan Politik menyatakan bahwa setidaknya 550 orang mati dalam bentrokan antara demonstran dan aparat sejak satu Februari lalu.

Bentrokan sewarna ini terus terjadi sesudah militer mengudeta pemerintahan biasa pada 1 Februari berarakan. Aparat pun kian brutal dalam menindak demonstran.

Di tengah pengembangan ketegangan ini, kelompok-kelompok milisi yang bergerak di daerah-daerah perbatasan Myanmar menyatakan dukungan untuk demonstran dalam melawan junta militer.

Sejumlah kelompok milisi etnis juga sudah melakukan serangan terpisah di daerah per dalam sepekan belakangan, salah satunya Serikat Nasional Karen (KNU) yang berbasis dalam negara bagian Kayin, depan perbatasan Thailand.

[Gambas:Video CNN]

Militer pun balas dendam dengan serangan udara dengan membuat sekitar 3. 000 warga kabur ke ajaran Thailand.

Sesudah sejumlah serangan dari milisi, junta militer pun mengumumkan gencatan senjata sepihak. Itu berjanji tidak akan menggunakan milisi etnis selama kelompok-kelompok itu tak berulah.

Namun, sepuluh grup milisi etnis terbesar pada Myanmar kembali mendeklarasikan sokongan mereka untuk para demonstran pada hari ini.

(has)