+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Myanmar Akan Bebaskan Jurnalis Jepang Peliput Demo Antikudeta

myanmar-akan-bebaskan-jurnalis-jepang-peliput-demo-antikudeta-1

Myanmar Akan Bebaskan Jurnalis Jepang Peliput Demo Antikudeta

Jakarta, CNN Nusantara —

Myanmar   akan membebaskan seorang jurnalis  Jepang yang mereka bui atas dakwaan menyebarkan berita palsu terkait kudeta di negara tersebut.

Berdasarkan maklumat di stasiun televisi negeri Myanmar, MRTV , pada Kamis (13/5), junta militer juga hendak mencabut segala tuduhan kepada jurnalis bernama Yuki Kitazumi itu.

“Meski ia melanggar hukum, demi memperbaiki hubungan dengan Jepang dan meningkatkan relasi awak, tuntutan atas dia akan dicabut dan dia mau dibebaskan atas permintaan Jepang, ” demikian bunyi pengumuman itu.


Jepang dasar merupakan salah satu mitra dekat Myanmar. Negeri Matahari Terbit itu telah bertahun-tahun menjadi donor untuk Myanmar.

Pemerintah Jepang sudah beberapa kali meminta Myanmar untuk membebaskan Yuki. Namun, Myanmar tetap menggugat Yuki dengan Undang-Undang Berita Palsu pada awal Mei lalu.

Yuki ditangkap untuk kedua kalinya oleh militer Myanmar di dalam 18 April lalu serta langsung ditahan di Kurungan Insein, Yangon.

Sebagaimana dilansir AFP , penjara tersebut terkenal dengan reputasi buruk karena kerap menjadi tempat menampung tahanan politik.

[Gambas:Video CNN]

Pada Februari lalu, Yuki juga sempat ditangkap junta militer saat meliput demonstrasi antikudeta. Ia dipukuli dan ditahan sejenak oleh junta militer sebelum akhirnya dibebaskan.

Sejak kudeta militer di dalam 1 Februari lalu, setidaknya 45 jurnalis ditahan, bersandarkan data dari kelompok pemantau Reporting ASEAN.

Saat ini, situasi di Myanmar belum juga tenang. Kekerasan antara aparat dan pedemo anti-junta militer langsung berlangsung.

Patuh catatan kelompok aktivis Myanmar, Asosiasi Bantuan untuk Tangsi Politik (AAPP), setidaknya 780 warga tewas sejak kudeta. Selain itu, sekitar 4. 900 orang, termasuk penggerak, selebritas, hingga politikus selalu masih ditahan akibat menyalahi junta militer.

(has)