+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Mensos: Presiden Setuju Bansos Tunai Diperpanjang hingga 2021

Mensos: Presiden Setuju Bansos Tunai Diperpanjang hingga 2021

Mensos: Presiden Setuju Bansos Tunai Diperpanjang hingga 2021

Jakarta, CNN Indonesia —

Gajah Sosial ( Mensos ) Juliari P Batubara mengatakan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) akan diperpanjang hingga tahun 2021. Namun untuk sementara, dana bantuannya direncanakan lebih kecil yakni sebesar Rp200. 000 per keluarga penerima manfaat (KPM).

“Presiden Jokowi telah menyetujui untuk perpanjangan BST yang dimulai bulan Januari sampai Juni. Nilainya menjadi Rp200 ribu bohlam orang. Tapi mudah-mudahan bisa disesuaikan lagi menjadi Rp300 ribu bersandar keputusan Presiden, ” kata Juliari, Sabtu (14/11).

Perpanjangan penyaluran BST dilakukan untuk membangun masyarakat yang perekonomiannya terganggu kelanjutan Pandemi Covid. Dalam kondisi wajar, katanya, pemberian bantuan ini terbukti efektif mengurangi angka kemiskinan.



“Tapi memang karena saat ini masih Pandemi, kemiskinan naik. Itukan hampir nyata di seluruh dunia juga begitu. Kita harapkan saat kondisi umum pemberian bantuan ini bisa berkontribusi mengurangi kemiskinan, ” kata  Juliari.

Bersandarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat sebanyak 29 juta masyarakat miskin di Indonesia. Dari total itu, sebanyak 20 juta orang sudah mendapat bantuan dari Kalender Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Program BST ini tunggal sudah menjangkau 9 juta masyarakat miskin di Indonesia yang belum mendapat bantuan program reguler jalan itu BPNT maupun PKH (Penerima Keluarga Harapan), ” terangnya

Di Sumut, Kemensos telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) terhadap 550. 976 KPM. Ditargetkan hingga akhir Desember 2020 belakang sebanyak 610. 375 KPM telah menerima bantuan tersebut.

“Saat ini sudah 550 ribu KPM di Sumut yang menyambut atau sekitar 90, 3 persen yang tersalurkan. Tahap terakhir nanti bulan Desember. Khusus di Daerah ada 54. 810 KPM dan yang sudah tersalurkan sebanyak 48. 464 KPM, ” jelasnya.

Menurut Mensos sesuai pesan Presiden RI Jokowi agar BST dimanfaatkan dengan tertib untuk kebutuhan pokok keluarga. Tanpa dibelikan rokok, lipstick, pulsa & barang konsumtif lainnya.

“Kita belum tahu sampai surat pandemi berakhir, maka manfaatkan BST untuk kebutuhan mendasar saja, ” sebutnya.

Juliari memasukkan nilai BST Gelombang I sebesar 600 ribu per KPM selama tiga tahap yakni April-Mei-Juni. Aliran II sebesar 300 ribu mulai KPM selama 6 tahap yaitu Juli hingga Desember 2020. Nilai bantuan disesuaikan karena situasi gawat membaik dan harga mulai stabil.

“Presiden juga berpesan dalam pengambilan BST agar berlangsung tertib dan disiplin patuhi protokol kesehatan untuk saling menjaga keselamatan bersama. Pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak, ” ungkapnya.

(fnr/ain)

[Gambas:Video CNN]