+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Mendag Era SBY Ingatkan Ancaman Mutasi Iklim Bagi Pebisnis

Mendag Era SBY Ingatkan Ancaman Mutasi Iklim Bagi Pebisnis

Mendag Era SBY Ingatkan Ancaman Mutasi Iklim Bagi Pebisnis

Jakarta, CNN Indonesia —

Eks Menteri Perdagangan era Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) Gita Wirjawan memprediksi transformasi iklim akan menjelma tantangan bagi para  pengusaha di jangka waktu 50 tahun ke depan. Tapi sayangnya, di tengah tantangan itu, pembicaraan terkait masalah  perubahan iklim masih kurang memiliki tempat.

Pernyataan itu merespons pertanyaan Putri Tanjung dalam program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) terkait perbedaan signifikan dunia bisnis saat ini dengan era asal ketika Gita memulai bisnis.

“Kalau menurut saya dengan kurang sekarang, walaupun percakapannya bertambah kaya dari 10-20 tahun dengan lalu, itu adalah kurangnya dialog mengenai what’s matter in next 50 years . Jadi saya selalu menyampaikan perut hal. Pertama itu kita kurang peka dan kurang aktif ngobrol menghantam perubahan iklim, ” ucap Nyanyian seperti disiarkan kanal YouTube CXO Media.



Padahal menurut Gita, climate change adalah persoalan yang benar sistemik dan mendesak untuk diatasi. Karena itu ia yakin pebisnis di masa depan yang paling berhasil adalah yang bisa mengaduk-aduk solusi untuk masalah tersebut.

“Saya percaya ke aliran orang yang akan menjadi triliuner pertama adalah orang yang mampu mencari solusi untuk supaya transisi iklim ini bisa teratasi, ” imbuhnya.

Ia serupa menilai persoalan iklim ini bisa melatih mental anak-anak muda untuk tak menyerah dalam mencari penyelesaian. Masalah ini juga bisa melatih para anak-anak muda untuk tidak meremehkan hal-hal besar.

Climate change itu perlu 10-20 tarikh untuk mensolusikan. Jadinya kalau taat saya, sih, kalau anak-anak muda yang visionary, dia harus mampu failed long atau failed late agak-agak pertentangan tapi kalau dia bisa berparadigma kayak begitu i think its cool , ” ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Selain masalah iklim Gita juga mengatakan bahwa kesenjangan dalam beberapa tahun kelak akan menjadi tantangan.

Karena itu menurutnya, ini pula harus dibahas sama pentingnya kaya perubahan iklim, terutama bagaimana cara memanfaatkan digitalisasi yang sedang tumbuh saat ini untuk menyelesaikan urusan tersebut.

“Kita kurang aktif bicara mengenai kesenjangan. Digitalisasi itu sebetulnya bisa cemerlang sebab mereka bisa menyelesaikan masalah, & ini menurut saya adalah perut masalah yang sangat sistemik, ” tandasnya.

(hrf/agt)