+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Manipulasi Bansos, PDIP Hormati Proses Kaidah yang Jerat Juliari

Manipulasi Bansos, PDIP Hormati Proses Kaidah yang Jerat Juliari

Manipulasi Bansos, PDIP Hormati Proses Kaidah yang Jerat Juliari

Jakarta, CNN Indonesia —

Sekretaris Jenderal PDIP   Hasto Kristiyanto mengaku menghormati proses kaidah yang menjerat Menteri Sosial Juliari P Batubara   dalam urusan dugaan korupsi bansos corona , yang saat ini sedang berjalan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK diketahui telah menetapkan Juliari P Batubara sebagai tersangka. Ia merupakan politikus PDIP secara dugaan menerima suap Rp17 miliar.

“Partai menghormati semesta proses hukum yang sedang berlangsung. Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Siapapun wajib bekerja sama dengan cara yang dilakukan oleh KPK itu, ” ungkap Hasto dalam keterangannya, Minggu (6/12).


Hasto menuturkan pihaknya tetap mengingatkan kadernya untuk selalu menggembala integritas dan tidak menyalahgunakan kekuasaan. Apalagi, melakukan aksi korupsi.

Selain Juliari, beberapa masa lalu, sejumlah kader PDIP terekam juga dicokok oleh KPK. Kurun lain, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Wenny Bukamo.

“Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati selalu menyampaikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak menyalahgunakan kekuasan, tidak korupsi. Tertib hukum adalah wajib bagi wajah tadbir yang bersih, bebas dari korupsi, ” tutur Hasto.

Kata Hasto, dalam berbagai jalan, termasuk Sekolah Partai bagi bahan kepala daerah dan calon pemangku kepala daerah dan forum sah Partai seperti Rakernas, pihaknya selalu menekankan sikap anti korupsi.

Bahkan, lanjutnya, PDIP juga selalu selalu mengundang pembicara dari KPK untuk membentuk kesadaran dan semangat anti manipulasi.

Lebih lanjut, Hasto menuturkan PDIP mengambil pelajaran berharga dari berbagai operasi tangkap lengah (OTT) yang dilakukan oleh KPK.

Hasto juga mengklaim bahwa PDIP akan terus membikin sistem pencegahan korupsi secara sistemik dan dengan penegakan disiplin agar memberikan efek jera.

“Seluruh anggota dan kader kelompok agar benar-benar mengambil pelajaran sejak apa yang terjadi, ” cakap Hasto.

KPK sebelumnya telah menetapkan Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka korupsi program bantuan sosial pengerjaan virus corona (covid-19).

Politikus PDIP ini diduga menerima uang senilai total Rp17 miliar dari dua pelaksanaan paket sandaran sosial (bansos) berupa sembako buat penanganan covid-19.

Selain Juliari, empat orang lainnya selalu turut ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni pejabat pembuat komitmen pada Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

(dis/bir)

[Gambas:Video CNN]