+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Lonjakan Pemakaman Protokol Covid di Pulih PSBB Total Jakarta

Lonjakan Pemakaman Protokol Covid di Pulih PSBB Total Jakarta

Lonjakan Pemakaman Protokol Covid di Pulih PSBB Total Jakarta

Jakarta, CNN Indonesia —

Rencana pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) sebab Gubernur DKI  Anies  Baswedan   tak lepas dari peningkatan angka kematian pasien maupun jumlah pemakaman dengan prosedur Virus Corona (Covid-19) di Jakarta.

“Jumlah level kematian perhatikan sejak Agustus-September  membuktikan meningkat. Ini kondisi yang betul tidak mengembirakan, ” kata tempat, dalam keterangan Rabu (9/9) malam.

“Angka pemakaman yang memakai protap  Covid meningkat, ”  lanjut Anies.



Berdasarkan bukti Pemprov DKI  Jakarta, jumlah maut pasien Covid-19 di Jakarta menyentuh 1. 317 per 9 September.

Dari data dengan dipaparkan Anies, tingkat kematian atau case fatality rate di Jakarta masih di bawah angka nasional (4, 1 persen) dan global (3, 3 persen). Namun, katanya, secara absolut jumlahnya terus bertambah dengan cepat.

Anies  menyuarakan angka kematian di DKI  awalnya sempat turun di tengah implementasi PSBB transisi. Namun,   grafiknya kembali naik sejak Agustus hingga September. Tambahan kasus meninggal pernah mencapai 30 kasus per hari.

“Secara persentase memang rendah, tapi secara nominal, angka kematian meningkat langsung tiap hari. Ini yang kudu kita perhatikan, ” kata Anies.

Sementara, data pemakaman harian dengan prosedur tetap  (protap) Covid-19 juga terus meningkat setiap bulan. Artinya, semakin banyak kejadian probable meninggal yang harus dimakamkan pra sempat keluar hasil positif.

Kasus probable ini merujuk di gejala-gejala yang kuat menunjukkan covid-19 meski hasil tes belum muncul.

Dari data yang  sama,   jumlah layanan pemakaman dengan protap  Covid-19 melonjak drastis pada awal September lalu. Sebelumnya, jumlah layanan pemakaman berkisar di angka 40-60. Tetapi sejak awal September jumlah servis pemakaman meningkat hampir di nilai 100.

“Setiap kepala kematian bukan angka statistik saja, tapi nyawa saudara kita dengan harus kita selalu usahakan buat diselamatkan, ” ucap Anies.

Berdasarkan pertimbangan itu & sejumlah hal lain,   Anies  akhirnya kembali menerapkan PSBB total mulai 14 September.

Mantan Mendikbud ini  menyatakan  Jakarta tak lagi memiliki banyak alternatif karena rumah sakit diprediksi tak mampu lagi menampung pasien Covid-19.

Insert Artikel Tempat Usaha yang Tidak Diliburkan Saat PSBB Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Sebagai konsekuensi PSBB  itu, ia menyatakan hendak melakukan pembatasan di  sejumlah sektor, antara lain, transportasi, perkantoran, rumah ibadah, hingga tempat hiburan.

Jakarta sempat menerapkan PSBB total di awal pandemi untuk menekan laju penyebaran virus covid-19. Tak lama kebijakan itu dilanjutkan dengan PSBB transisi. Namun jumlah kasus positif Covid-19 di ibu kota justru terus bertambah.

(psp/arh)

[Gambas:Video CNN]