+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

KPK Gali Keberadaan Buronan Hiendra Soenjoto dari Kakak

KPK Gali Keberadaan Buronan Hiendra Soenjoto dari Kakak

KPK Gali Keberadaan Buronan Hiendra Soenjoto dari Kakak

Jakarta, CNN Indonesia —

Bayaran Pemberantasan Korupsi ( KPK ) tetap menggali informasi mengenai keberadaan buronan Direktur PT Multicon Indrajaya Pangkalan (MIT) Hiendra Soenjoto. Pelaksana Perintah Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan hal tersebut ditelusuri dengan memeriksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Hengky Soenjoto.

Hengky diketahui merupakan akang kandung Hiendra. Pemeriksaan ini adalah penjadwalan ulang setelah sebelumnya dia mangkir dari panggilan KPK. Hiendra sendiri diduga memberikan suap pada eks Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi  Abdurrachman .

“Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai keberadaan Simpulan HSO [Hiendra Soenjoto], ” ujar Ali kepada wartawan dalam informasi tertulis, Rabu (22/7) malam.


Ali mengungkapkan penyidik juga mendalami pengetahuan Hengky perihal pengajuan gugatan sengketa jarang PT MIT dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Pasalnya, terang dia, KPK menduga ada penyerahan kekayaan dalam pengurusan perkara tersebut.

“Dan didalami dugaan pemberian uang oleh Tersangka HSO kepada Tersangka NHD [Nurhadi] dan Tersangka RHE [Rezky] terkait perkara yang dihadapi oleh Tersangka HSO dengan PT KBN (Kawasan Berikat Nusantara) dan dugaan perkara pemalsuan akta kurun Tersangka HSO dengan Azhar Umar, ” tambah Ali.

KPK menetapkan 3 tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan kejadian di Mahkamah Agung (MA) dalam tahun 2011-2016.

Itu ialah eks Sekretaris MA, Nurhadi Abdurrachman; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; dan Hiendra Soenjoto. Nurhadi dikenal menerima janji dalam bentuk 9 lembar cek dari Hiendra Soenjoto serta suap/ gratifikasi dengan total Rp46 miliar.

Untuk ulahnya itu, Nurhadi disangkakan mengabaikan Pasal 12 huruf a ataupun Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) bertambah subsider Pasal 11 dan/atau Urusan 12B Undang-undang Nomor 31 Tarikh 1999 sebagaimana telah diubah secara Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Nurhadi, bersama menantunya Rezky Herbiyono ditangkap setelah tiga bulan melarikan diri. Saat tersebut keduanya telah ditahan penyidik KPK di rumah tahanan negara (Rutan) KPK Kavling C1.

(ryn/bmw)

[Gambas:Video CNN]