+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Korea Selatan Bakal Gelar Sensus Penduduk ‘Tanpa Kontak’

Korea Selatan Bakal Gelar Sensus Penduduk 'Tanpa Kontak'

Korea Selatan Bakal Gelar Sensus Penduduk ‘Tanpa Kontak’

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah  Korea Selatan bakal menyelenggarakan  sensus penduduk nasional kendati di tengah pandemi  virus corona . Tapi otoritas statistik di Korea memastikan petugas sensus bakal dibekali pengetahuan mengenai modus ekstra pencegahan penularan Covid-19 .

Cacah jiwa nasional rencananya diluncurkan pada bulan ini.

Melansir Biro Berita Yonhap   pada Minggu (4/10), Korea Selatan menggelar cacah jiwa setiap lima tarikh. Survei ini melibatkan 27 ribu pekerja sensus yang bakal muncul dan mewawancarai warga, dari kemungkinan ke pintu.


Namun kali ini untuk mengurangi kunjungan dari vila ke rumah, warga akan didorong menggunakan telepon genggam, telepon vila, atau komputer pribadi untuk memasukkan informasi pribadi juga anggota rumpun.

Seorang pejabat Statistik Korea menuturkan sensus “tanpa kontak” atau contactless akan dilakukan mulai 15 Oktober hingga 31 Oktober.

Bagi warga yang berhalangan atau gagal mengikuti survei pada periode tersebut, pekerja sensus hendak mengunjungi rumah mereka dari satu November hingga 18 November.

Pejabat itu mengatakan Statistik Korea telah menyusun protokol kesehatan tubuh untuk mencegah penyebaran virus corona.

Foto: CNN Indonesia/Fajrian
INFOGRAFIS AGAR TIDAK TERTULAR VIRUS CORONA

Untuk pertama kalinya taat pejabat tersebut, sensus tahun ini tidak menggunakan kertas selama ramah dari rumah ke rumah, aparat sensus bakal memakai komputer tablet.

Berdasar survei tahunan Statistik Korea, jumlah penduduk Korea Selatan naik tipis pada tahun lalu. Tapi, jumlah orang usang terus melebihi jumlah anak-anak sebab tren penuaan yang cepat dan rekam angka kelahiran yang aib.

Pada 1 November 2019, sebanyak 51, 78 juta orang tinggal di Korea Selatan. Jumlah ini naik 0, 3 persen atau 150 ribu dari tahun sebelumnya.

Statistik Korea mulai mengadakan survei populasi tahunan berdasarkan catatan pendaftaran warga nasional pada 2016 dengan mengabulkan survei konvensional dari orang-ke-orang yang dilakukan setiap lima tahun.

(ans/NMA)

[Gambas:Video CNN]