+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua

Jakarta, CNN Indonesia —

Komisi Nasional Hak Asasi Bani adam ( Komnas PEDOMAN ) menyiapkan awak investigasi untuk mengusut kematian zahid bernama Yeremia Zanambani yang mati tertembak, di Kabupaten Intan Hebat, Papua , Sabtu (19/9) lalu.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua telah menyambut aduan langsung dari Dewan Adat Papua, John Gobay terkait kejadian tersebut.

“Selanjutnya kami akan menginvestigasi mandiri. Artinya kami akan menurunkan awak, mungkin teman-teman Papua, karena kedudukan sekarang ini, akan turun ke lapangan mencari keterangan bukti bukti dari semua pihak, ” kata Beka saat dihubungi CNNIndonesia. com , Selasa (22/9).


Beka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum serupa mengusut secara tuntas insiden penembakan pendeta Yeremia. Menurusnya, kasus penembakan tersebut menjadi pekerjaan rumah pertama pemerintah di Papua.

“Tentu saja juga harapannya temuan dari Komnas HAM akan ditindaklanjuti oleh aparat maupun pemerintah, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Beka menyebut Komnas HAM juga pernah menerima aduan soal kekerasan yang dilakukan terhadap pemuka agama di Papua. Tetapi, ia tidak merinci kasus itu.

“Sudah dua kali seingat saya. Saya ingin tegaskan, posisi pemuka agama di Papua sama dengan di tempat asing, bahkan di Papua sangat dihormati, ” ujarnya.

Di dalam insiden tewasnya pendeta Yeremia, berlaku perbedaan keterangan dari berbagai bagian. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) menduga pendeta Yeremia ditembak oleh aparat TNI, sehingga membuat para-para jemaat ketakutan dan lari ke hutan.

Sementara, TNI/Polri sepenuhnya meyakini bahwa KKB merupakan pihak yang bertanggung jawab di penembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal menyebut tak ada personel TNI dan Polri yang ditempatkan pada Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Hebat.

“Yang ada cuma pos persiapan Koramil Hitadipta disana. Isu yang beredar bahwa urusan penembakan dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar, ” prawacana dia, melalui keterangan resmi, Senin (21/9).

Disisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah bertanggung jawab dalam insiden penembakan itu. Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding aparat TNI yang menujukan pendeta Yeremia saat kontak senjata dengan prajuritnya di Intan Jaya.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]