+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Kementerian ESDM Ingin PLTU Purna bakti Secara Alami

kementerian-esdm-ingin-pltu-pensiun-secara-alami-1

Kementerian ESDM Ingin PLTU Purna bakti Secara Alami

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pemerintah ingin program purna bakti alias penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) berbahan menjilat batu bara dilakukan serasi usia produktivitas pembangkit.

Tujuannya, agar penggunaannya tetap optimal. Saat ini, Rida mengatakan pemerintah telah mulai mendata PLTU mana saja yang sudah mengambil usia pensiun.

“Kami sudah data mana yang sudah mendekati sempurna pensiun, termasuk secara poin aset yang sudah hampa saat berakhir nanti. Sampai saat ini kami sedang ambil opsi pensiun alamiah, jadi tidak dipaksa purna bakti, ” ungkap Rida di dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6).


Kendati begitu, ia belum bisa mendedahkan berapa banyak PLTU serta di mana saja penyemangat yang akan masuk era pensiun. Begitu juga secara daftar tahun pensiun per.

“Simulasi saya saat ini ingin saat Indonesia memasuki usia aurum 100 tahun, tidak ada lagi PLTU misalkan, ” imbuhnya.

Pada sisi lain, Rida mengutarakan pemerintah telah mengkalkulasi seperti apa dampak dari kebijaksanaan pensiun PLTU ini. Misalnya, berapa banyak PLTU yang akan dipensiunkan, bagaimana suplai produksi listrik ke pendahuluan, dan lainnya.

“Berapa ongkosnya, angkanya itu sudah bisa kami perkirakan dengan kontrak saat ini, ” ucapnya.

Begitu juga dengan langkah lanjutan bersifat pengelola bentuk fisik sejak PLTU yang tidak digunakan nanti.

“Misalnya asetnya mau di kemanain? Ini belum ada keputusannya, tapi itu sudah siap agenda pembahasan kita nanti, apa mau dibongkar, diserahkan ke Krakatau Steel atau bagaimana, semuanya ada, akan tetapi kami tunggu program menyeluruhnya tuntas, ” jelasnya.

Sebelumnya, wacana PLTU pensiun disuarakan oleh PT PLN (Persero). Perusahaan elektrik raksasa itu ingin PLTU dan PLTMG pensiun di 2025, lalu fungsinya digantikan oleh pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Pada 2025-2030 sesuai arahan, itu sudah mengharamkan PLTU baru. Makin diharapkan di 2025, ada replacement PLTU dan PLMTG dengan pembangkit listrik EBT, ” ungkap Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, beberapa waktu lalu.

Bersandarkan rencana perusahaan, PLN berencana menghentikan operasional PLTU secara kapasitas mencapai 50, 1 GW. Namun, masa purna bakti ini akan berjalan berantara.

Rencananya, PLN akan menghentikan operasional PLTU subscritical tahap pertama dengan kapasitas 1 GW pada 2030. Lalu, PLN membatalkan PLTU subscritical tahap ke-2 berdaya 9 GW pada 2035.

Lalu pada 2040, dilanjutkan untuk masa pensiun PLTU subscritical tahap ketiga dengan kapasitas mencapai 10 GW. Kemudian, tahap keempat dengan gaya mencapai 24 GW di 2045 dan penghentian PLTU ua supercritical berdaya 5 GW pada 2055.

Darmawan mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk menyentuh target karbon netral di dalam 2060. Tujuannya, agar emisi di lingkungan berkurang dengan drastis dan udara lebih bersih. “Kami ingin capai carbon neutral di 2060, makanya harus ada EBT, ” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(uli/sfr)