+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Keadaan Ini 1. 271 Personel KPK Bekerja dengan Kehormatan sebagai ASN

hari-ini-1-271-pegawai-kpk-bekerja-dengan-status-sebagai-asn-1

Keadaan Ini 1. 271 Personel KPK Bekerja dengan Kehormatan sebagai ASN

Jakarta, CNN Indonesia —

Sebanyak satu. 271 pegawai KPK   yang sudah dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN ) mau menjalani hari pertama berfungsi dengan status baru dalam hari ini, Rabu (2/6).

Mereka seluruh resmi dilantik secara daring dan luring di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, selasa (1/6) sore.

Khusus Deputi Pencegahan dan Monitoring Pahala Nainggolan serta Sekjen KPK Cahya Harefa, mereka dilantik dan disumpah sebagai ASN oleh Pemimpin KPK Firli Bahuri. Keduanya diangkat sebagai ASN berdasarkan Keppres RI Nomor 87/TPA Tahun 2021 tentang jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan KPK.


Sementara 1. 269 pegawai KPK lainnya pada lantik dan disumpah sebagai ASN oleh Cahya. Surat pengangkatan PNS KPK itu bernomor 00. 00. 01 sampai 001269/Kep/AD/14006/2021 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.

Usai diambil sumpah, semua personel KPK yang sudah resmi dilantik wajib menandatangani pakta integritas. Lalu, mereka seluruh juga diberikan kartu kode pengenal dan seragam beserta pin Korpri.

Prosesi pelantikan pegawai KPK tersebut akhirnya digelar sudah diwarnai lebih 600 personel yang meminta pelantikan ditunda di tengah polemik TWK. Permintaan penundaan pelantikan sebagai ASN disebut-sebut ditolak sebab pimpinan KPK.

Firli mengklaim seluruh personel yang lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi ASN telah mengikuti proses pelantikan.

“Sumpah sumpah PNS dilakukan secara hybrid. Ada yang daring serta luring. Terhadap 1. 271 pegawai, Alhamdulillah sesuai catatan, 1. 271 semua datang pegawai KPK alih fungsi jadi ASN, ” sekapur Firli kemarin.

Firli menjelaskan bahwa daripada total pegawai KPK dengan mengikuti TWK berjumlah satu. 349 pegawai. Dari mutlak jumlah tersebut, sebanyak 75 orang dinyatakan tidak lulus TWK. Dari 75 orang 51 orang di antaranya diputuskan tak lagi bisa bekerja di KPK. Tatkala 24 sisanya bisa balik bertugas dengan syarat dibina terlebih dulu.

Proses alih status jadi ASN dalam pegawai KPK merupakan konsekuensi penerapan Undang-undang baru KPK. TWK dengan jadi bagian peralihan kehormatan menuai kontroversi lantaran pelaksanaannya dianggap problematis.

Sejumlah akademisi, aktivis antikorupsi hingga bekas pimpinan KPK menuding pelaksanaan TWK tersebut sebagai tipuan untuk menyingkirkan sejumlah karakter.

Pasalnya, beberapa pegawai yang tak lulus tersebut di antaranya pegawai superior yang kerap berjasa menggarap kasus-kasus korupsi besar. Itu di antaranya Novel Baswedan, Ambarita Damanik, juga Harun Al Rasyid. Ada juga pegawai yang menempati status direktur seperti Sujanarko dan Giri Suprapdiono.

Kritik terkait TWK tersebut tak hanya datang sebab pihak luar, kalangan privat pun mengungkap  sejumlah kejanggalan proses mulai dari wujud tes hingga transparansi indikator penilaian.

Di sisi lain, Firli mengklaim tak ada upaya penyingkiran terhadap 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK. Ia menyatakan sama sekali tak ada perbedaan perlakuan kurun satu pegawai dengan pegawai lainnya.

Menurut Firli, seluruh pegawai diberikan instrumen, modul hingga, pertanyaan yang sama dalam metode TWK.

(rzr/ain)

[Gambas:Video CNN]