+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

KBRI Moskow Minta Keterangan Vlogger Turah soal Pelecehan

KBRI Moskow Minta Keterangan Vlogger Turah soal Pelecehan

KBRI Moskow Minta Keterangan Vlogger Turah soal Pelecehan

Jakarta, CNN Indonesia —

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow , Rusia, menyatakan sudah meminta data tentang dugaan  pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang video blogger (vlogger) Turah Parthayana , terhadap seorang mahasiswi Indonesia berinisial JA dengan sama-sama sedang menuntut ilmu di kota Tomsk, Rusia.

Akan tetapi, KBRI Moskow belum menyimpulkan apakah kasus itu akan dibawa ke ranah hukum atau diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami sudah bertemu dengan Turah maupun JA. Kebetulan hari ini saudara Turah yang diduga melangsungkan pelecehan seksual mengambil legalisir Tanda di KBRI dan kemudian ana ajak ngobrol apa sih dengan sebenarnya terjadi. Turah sudah menyampaikan dia meminta pertolongan KBRI buat menjawab apabila ada pertanyaan (dari pihak luar), ” tulis Pengantara Duta Besar RI di Moskow, Azis Nurwahyudi, kepada CNNIndonesia. com mencuaikan pesan WhatsApp, Jumat (7/8).


Azis mengatakan KBRI selalu sudah menghubungi ketua Perhimpunan Anak sekolah Indonesia (PPI/PERMIRA) Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga, untuk menanyakan perkara sebenarnya.

“Begitu pula KBRI sudah jadi menghubungi JA terkait permasalahan yang dia hadapi. Saat ini KBRI masih akan menghubungi saksi yang ada, 1 temannya (yang ada di lokasi kejadian), ” tulis Azis.

Azis mengutarakan KBRI juga siap mendengarkan petunjuk dari pihak keluarga terkait kejadian dan tuduhan tindakan pelecehan tersebut.

“Kalau keluarga merasa harus berkomunikasi/menjelaskan sesuatu, kami dengan terbuka pasti akan mendengarkan mereka. Oleh karena itu tugas kami adalah mendampingi anak-anak kami ini semua yang sedang mengalami masalah, kami ingin mendapatkan informasi sedetail mungkin dari mereka, ” berlanjut Azis.

Menurut penjelasan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Arkhangelsk, Sandi Saputra, melalaikan seri cuitan di Twitter, dia menyatakan mempunyai bukti pelecehan dengan dilakukan Turah terhadap JA. Isyarat mengaku sebagai perwakilan korban.

Turah dan JA sama-sama berkuliah di kota Tomsk.

Sandi mengatakan insiden tersebut terjadi pada 2019. Menurut dia, korban memilih bungkam setelah peristiwa karena minimnya pertolongan, ketakutan karakter, serta beberapa ancaman.

Berdasarkan keterangan Isyarat yang berasal dari pengakuan target, dugaan pelecehan itu terjadi pada 23 November 2019 di Dunia 430 Asrama Parus, Tomsk. Masa itu, Turah mengajak korban menonton sebuah tayangan film horor bertiga, bersama seorang lain yakni laki-laki berinisial D di kamar asrama.

Selanjutnya, sesuai keterangan korban, saat dini hari, Turah melakukan tindak pelecehan seksual kepada JA. Saat itu, posisi D dijelaskan tengah tertidur, sehingga tak mengetahui apa yang terjadi kepada Turah dan JA. Tapi, korban disebutkan berhasil mengelak lalu kabur ke kamarnya sendiri.

Merasa telah mendapat pelecehan seksi, JA menceritakan insiden itu kepada kekasihnya. Akhirnya, kekasih JA pula menemui Turah dan terjadi permusuhan di antara keduanya.

Keributan itu membuat kacamata Turah rusak. Setelah melalui mediasi PPI Kota Tomsk, disepakati JA dan kekasihnya mengganti rugi atas kacamata yang rusak itu sebesar 2. 000 rubel atau sekitar Rp397. 000.

Sandi mengucapkan, menurut korban pergantian rugi itu juga terpaksa dilakoninya sebagai sarana agar Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kota Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga, dapat membantu objek dalam mengawal dan mengadvokasi kejadian pelecehan ini.

Dalam utas Sandi, memang tercantum sebuah surat pernyataan yang ditandatangani Gokma pada 26 November 2019. Di dalam surat itu, Gokma menyatakan bahwa Turah telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap JA.

Sandi mengatakan objek semakin takut saat mendapatkan beberapa tekanan. Korban juga mengaku sempat mendapatkan tekanan dari orang sampai umur pelaku, sebab dinilai telah menyalahi hukum dan dapat dikenai peristiwa pencemaran nama baik atas anaknya.

“Menurut keterangan target dan Ibunya [JA] juga, ditekan seolah-olah kasus itu ditutupi jangan sampai keluar oleh Ketua PPI Tomsk. Disinyalir pelaku adalah teman baik dari kepala PPI ini, diduga ya, ” sambungnya.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]