+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Israel Biayai Kelompok Anti-Muslim AS Hadapi Pegiat Palestina

Israel Biayai Kelompok Anti-Muslim AS Hadapi Pegiat Palestina

Israel Biayai Kelompok Anti-Muslim AS Hadapi Pegiat Palestina

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah  Israel dilaporkan  membiayai kelompok anti-Muslim di  Amerika Konsorsium dengan cara memberi dana hibah, untuk melawan para pegiat pro- Palestina serta gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS).

Dilansir Middle East Monitor , Jumat (4/9), menurut dokumen yang diperoleh oleh majalah Yahudi-AS, Forward, melalui permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi mengungkapkan bahwa Kementerian Urusan Strategis Israel telah mengirim dana sebesar US$40 ribu atau sekitar Rp589, dua juta ke organisasi Zionis Kristen yang bermarkas di Tennessee.

Organisasi tersebut berada dalam daftar pantauan Induk Hukum Kemiskinan Selatan (SPLT) dan dinilai masuk ke dalam bagian kelompok penebar kebencian.


SPLT adalah sebuah organisasi advokasi hukum nirlaba AS yang mengkhususkan diri pada hak asasi pribadi dan litigasi kepentingan masyarakat. Sistem itu telah menyusun daftar sejak kelompok-kelompok anti-Muslim.

Dalam daftar itu, banyak di antaranya merupakan pendukung setia negara Israel.

“Kelompok-kelompok ini kerap memperdagangkan teori konspirasi yang membawabawa infiltrasi pemerintah oleh ekstremis Agama islam. (Mereka) memperingatkan bahwa sistem asas AS sedang ditumbangkan oleh asas Syariah dan secara umum mencitrakan Muslim sebagai potensi ancaman teroris, ” ujar SPLT.

Kelompok Zionis Kristen Amerika, Proklamasi Keadilan bagi Bangsa-bangsa (PJTN), tercatat dalam 40 atau lebih gabungan anti-Muslim. PJTN melakukan lobi buat menentang ajaran Islam di sekolah-sekolah AS.

PJTN menyatakan bahwa anak-anak telah diindoktrinasi ke dalam agama Agama islam. Ini berdasarkan petisi di kedudukan webnya yang memprotes “Kurikulum Akses Islam di sekolah-sekolah AS”.

Majalah Forward melaporkan kalau hibah kepada PJTN adalah arah dari dorongan yang lebih merata oleh kementerian untuk mendukung kelompok-kelompok pro-Israel yang memerangi gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) pada AS.

Persetujuan derma dari pemerintah Israel untuk PJTN menyoroti hubungan antara kelompok pro-Israel dan meningkatnya kebencian anti-Muslim dengan global selama dua dasawarsa terakhir.

Upaya ini kerap digambarkan sebagai “industri Islamofobia”. Jumlah kelompok yang menebar kebencian terhadap umat Muslim dan Islam juga telah meningkat secara eksponensial sejak serangan teror terhadap Gedung Sistem Perdagangan Dunia (WTO) di New York pada 11 September 2001.

Sebuah makalah yang ditulis oleh Hilary Aked pada 2015 menyimpulkan kalau ada “tumpang tindih yang tidak terbantahkan” antara Zionisme sayap kanan dan Islamofobia.

Tulisan tersebut berusaha mengidentifikasi sumber meningkatnya kebencian anti-Muslim dan menemukan pendanaan terkait Israel dari donor pabrik Islamofobia menjadi faktor yang berkontribusi.

(Middle East Monitor/ayp)

[Gambas:Video CNN]