+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Investasi Bodong Kampung Kurma Diduga Helat Ribuan Korban

Investasi Bodong Kampung Kurma Diduga Helat Ribuan Korban

Investasi Bodong Kampung Kurma Diduga Helat Ribuan Korban

Jakarta, CNN Indonesia —

Lembaga Reserse Kriminal (Bareskrim)  Polri berniat setidaknya ada 2. 000 karakter yang menjadi korban dalam terkaan kasus  investasi bodong oleh  Kampung Kurma Group.

Dalam hal ini, perusahaan tersebut diduga menjual lahan kavling atau properti palsu yang tak bisa menguntungkan pembeli sebagaimana dijanjikan semula.

“Ternyata, beberapa besar dari transaksi 2. 000 orang lebih korban itu, tak terdapat fisik dan bonus dengan telah dijanjikan, ” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/11).


Aur menjelaskan bahwa perusahaan tersebut menunjukkan 4. 208 kavling dengan suplemen sebuah pohon kurma untuk masing-masing kavling. Selain itu, terdapat sebesar fasilitas yang dijanjikan oleh pengembang seperti pesantren, masjid, arena olahraga, kolam renang, dan lainnya.

Dalam proses penyelidikan penjaga, terungkap bahwa setidaknya ada enam perusahaan yang tergabung dalam Wilayah Kurma Group pada 2017 maka 2018. Perusahaan itu tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Enau, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Lebak, mematok Kabupaten Pandeglang.

“Nilai total dana pemasaran yang diperoleh sekitar Rp333 miliar lebih, ” kata Awi.

Bukan hanya tak bisa memenuhi iming-iming yang dijanjikan introduksi perjanjian, pembeli juga terkendala di proses peralihan akta jual kulak (AJB) antara pemilik lahan secara konsumen.

Awi menuturkan bahwa Kampung Kurma Group tidak memiliki izin usaha perantara perniagaan dengan properti.

Sebab sebab itu, saat ini polisi tengah menyidik dugaan pelanggaran hukum dalam peristiwa investasi bodong tersebut. Awi mengatakan penyidikan telah dibuka sejak September 2020 lalu, tetapi belum mengantongi tersangka.

“Kami sedang berproses, penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi kurang lebih 35 orang, ” ucap Aur.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]