+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

INKA Akan Garap Proyek KA Sepanjang 1. 023 Km di Afrika

INKA Akan Garap Proyek KA Sepanjang 1

INKA Akan Garap Proyek KA Sepanjang 1. 023 Km di Afrika

Jakarta, CNN Indonesia —

PT Industri  Kereta Api (Persero) atau INKA   akan membangun proyek upgarding jalur andong api (KA) yang menghubungkan dua negara di  Afrika Barat, Mali dan Senegal dengan total lama jalur 1. 023 kilometer.

Direktur Utama INKA Akhlak Noviantoro menjelaskan pihaknya telah berkunjung ke Senegal dan berdiskusi dengan salah satu perusahaan di Afrika untuk membangun jalur kereta sinar dari Bamako (Ibu Kota Mali) sampai ke Dakar (Ibu praja Senegal) itu.

“Kami sudah diskusi dengan mereka untuk membangun 1. 203 kilometer upgrading carik KA dari ibu kota Mali sampai ke Dakar, karena Mali tidak bisa keluar tanpa melalui pelabuhan Dakar, ” kata Akhlak seperti dikutip dari Antara , Sabtu (10/10).



Budi menjelaskan pengerjaan jalur gerobak api ini akan mendukung kesibukan logistik di kedua negara tersebut. Pasalnya, jalur  kereta di sana di sana sudah tidak berfungsi kembali.

Dengan kondisi itu, praktis kegiatan logistik hanya bisa berjalan melalui jalur darat dengan truk yang memakan masa hingga dua minggu. Hal ini membuat biaya transportasi di ke-2 negara menjadi sangat tinggi.

“Angkutan barang kalau memakai truk sampainya dua minggu, jadi biaya mahal sekali. Mereka betul berharap KA masuk, operasi sedang di sana dan menghubungkan jarang Mali dan Senegal, ” kata pendahuluan Budi.

[Gambas:Video CNN]

Budi memasukkan proyek di Afrika ini menjadi strategi bagi BUMN produsen kereta api tersebut dalam memasuki pasar global. Selain proyek KA Mali-Senegal, INKA juga tengah menyelesaikan kontrak untuk memasok lokomotif ke Zambia.

Dalam proyek itu, INKA mendapatkan pinjaman dari Negeri Swedia  guna mengikuti proses lelang untuk memasok 30 lokomotif. Ia berharap kontrak ini dapat diselesaikan pada akhir 2020

“Melalui loan dari pemerintah Swedia, kami sedang proses mudah-mudahan akhir tarikh kami bisa kontrak. Ada 30 lokomotif sekitar US$90 juta long-sale , ” cakap Budi.

(Antara/agt)