+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Human Rights Watch Sebut Israel Melakukan Kejahatan Apartheid

human-rights-watch-sebut-israel-melakukan-kejahatan-apartheid-1

Human Rights Watch Sebut Israel Melakukan Kejahatan Apartheid

Jakarta, CNN Indonesia —

Lembaga pemantau hak asasi manusia , Human Rights Watch , menuduh  Israel melakukan kejahatan  apartheid dan penganiayaan terhadap orang-orang Palestina.

Situasi tersebut tercantum dalam petunjuk baru kelompok pemantau benar asasi manusia itu yang dikutip pada Selasa (27/4). Laporan itu juga membuat geram para pejabat Israel.

“Pemerintah Israel telah menunjukkan niat untuk mempertahankan dominasi Yahudi Israel atas Palestina di semesta Israel dan wilayah Palestina yang diduduki, ” taat laporan itu, seperti dikutip CNN .


Niat itu, lanjut laporan HRW, digabungkan dengan penindasan tertib terhadap orang-orang Palestina & tindakan tak manusiawi dengan dilakukan terhadap mereka.

“Ketika ketiga elemen ini terjadi bersamaan, tersebut sama dengan kejahatan apartheid, ” lanjut isi masukan itu.

HRW menyatakan keterangan itu dimaksudkan untuk mengibaratkan hukum Israel dan kebijakan pemerintah dengan standar hukum yang mengatur kejahatan apartheid dan penganiayaan.

Kelompok advokasi yang berbasis di Amerika Serikat itu mengatakan istilah apartheid biasanya digunakan dalam arti “deskriptif atau komparatif. ”

Dalam hal tersebut, kaitannya dengan Israel & wilayah Palestina yang diduduki. Selain itu, juga jadi peringatan mengenai kemungkinan yang terjadi jika saat tersebut konflik dengan Palestina langsung berlanjut.

Hendak tetapi, setelah peringatan puluhan tahun, laporan itu mengatakan, bahwa “ambang” menuju kedurjanaan terhadap kemanusiaan, telah dilewati.

Rilis laporan itu muncul tiga bulan setelah publikasi serupa sebab organisasi hak asasi pribadi Israel, B’Tselem, yang serupa menuduh Israel seabgai “rezim apartheid. ”

B’Tselem menuding dengan alasan pandangan tradisional Israel sebagai negara demokrasi yang tumbuh berdampingan dengan pendudukan Israel, sementara di wilayah “yang dikenakan pada sekitar lima juta rakyat Palestina sudah terpisah dari kenyataan. ”

Hal itu juga berlaku beberapa pekan setelah Mahkamah Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda mengumumkan padahal melakukan penyelidikan atas terkaan kejahatan perang Israel secara fokus pada aktivitas pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Sementara tersebut, Kementerian Luar Negeri Israel menyebut laporan itu “fiksi” dan mengatakan klaim HRW “tidak masuk akal & salah. ”

“Human Rights Watch dikenal memiliki agenda anti-Israel dengan sudah berlangsung lama, aktif selama bertahun-tahun untuk menawarkan boikot terhadap Israel, ” kata Kemenlu Israel di dalam sebuah pernyataan.

“Laporan ini adalah arah lain dari kampanye terus-menerus organisasi tanpa menghubungkan ke fakta-fakta atau kenyataan di tanah yang ada, ” lanjut keterangan Kemenlu Israel.

(isa/ayp)

[Gambas:Video CNN]