+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Gus Nur Tersangka, PWNU Jatim Berniat Sanksi Maksimal

Gus Nur Tersangka, PWNU Jatim Berniat Sanksi Maksimal

Gus Nur Tersangka, PWNU Jatim Berniat Sanksi Maksimal

Surabaya, CNN Indonesia —

Pemimpin Wilayah  Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengaku bersyukur penceramah Sugi Nur Raharja alias  Gus Nur ditangkap polisi atas dugaan ujaran kebencian dan berharap Gus Nur dihukum berat.

“Saya berharap setelah ditangkap ini, hendaknya bapak-bapak yang mempunyai kewenangan hukum bisa memberikan sanksi maksimal, ” kata Khatib Syuriah PWNU KH Syafruddin Syarif, Sabtu (24/10).

Sanksi tersebut diharapkan bisa membuat Gus Nur jera karena, menurutnya, selama itu Gus Nur kerap menyebarkan ujaran kebencian yang bisa menimbulkan perceraian.


“Sugi Nur itu orang yang sangat berbahaya pada Indonesia. Karena pidatonya dia selalu menyebarkan virus perpecahan dan antipati supaya dia jera, supaya dia berhenti, ” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu, Gus Nur juga terjerat kasus penghinaan terhadap NU lewat ucapannya ‘Generasi Muda NU Penjilat’. Pengadilan Daerah (PN) Surabaya, pada Oktober 2019, menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan kepadanya, meski tak serta-merta ditahan.

Saat tersebut perkara tersebut tengah masuk di dalam tahapan kasasi oleh pihak pengaruh hukum.

Menilai hukuman itu ringan, Syafruddin meminta agar para penegak asas memberikan hukuman yang lebih berat lagi dalam kasus kali tersebut. Menurutnya Gus Nur haruslah diberi efek jera.

“Kemarin tidak jera, jadi supaya ada efek jera, hukumannya yang sepadan, karena dampaknya ini negara, negara bisa pecah gara-gara orang sesuai Sugi Nur itu, ” ucapnya.

Sebelumnya,   Kuasa hukum penceramah Sugi Nur Makmur alias Gus Nur, Andry Ermawan, mengatakan ada prosedur hukum yang tak tepat dalam penangkapan dan penetapan kliennya sebagai tersangka pada kasus itu.

Pasalnya, Gus Nur langsung ditangkap & ditetapkan sebagai tersangka tanpa penelitian lebbih dulu sebagai saksi.

Gus Sinar ditangkap oleh aparat kepolisian, Sabtu (24/10) dini hari, di kediamannya di Malang, Jawa Timur. “Ini kami anggap ada sesuatu dengan tidak tepat, ” kata Andry saat dikonfirmasi CNNIndonesia. com , Sabtu (24/10).

Penyidik Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Sugih Sinar Raharja alias Gus Nur sebagai tersangka ujaran kebencian dan penghinaan. Ia diduga menghina Nahdlatul Ustazah dalam suatu acara diskusi yang ditayangkan di kanal Youtube Refly Harun.

Ia mengecap “NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum–yang sopirnya di kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar”.

“Iya tersangka, ” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono era dikonfirmasi, Sabtu (24/10).

(frd/vws)

[Gambas:Video CNN]