+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Dihantam Corona, Utang Inggris Capai 39 Kuardriliun Rupiah

Dihantam Corona, Utang Inggris Capai 39 Kuardriliun Rupiah

Dihantam Corona, Utang Inggris Capai 39 Kuardriliun Rupiah

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah  Inggris mencatat utang negara kini telah mencapai lebih dari besar triliun poundsterling atau setara Rp39 Kuardriliun (konversi rupiah setara Rp19. 536).

Ini terjadi setelah negara tersebut menggelontorkan uang besar-besaran untuk menangani  pandemi Covid-19, situasi yang menyebabkan anjloknya perekonomian dunia.

“Krisis itu telah membuat keuangan pemerintah berkecukupan di bawah tekanan yang istimewa, sebagaimana perekonomian terpukul. Kami harus mengambil tindakan untuk menopang jutaan pekerjaan, bisnis, dan mata pencaharian, ” kata Menteri Keuangan Rishi Sunak seperti dikutip AFP, Jumat (21/8).


Melansir AFP , Badan Statistik Nasional (Office for National Statistic/ONS) menghitung bahwa di dalam akhir Juli, total akumulasi pinjaman telah mencapai 2 triliun poundsterling, atau setara lebih dari 100 persen produk domestik bruto (PDB) tahunan negara itu.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah kekayaan itu meningkat sekitar 227, 6 miliar pounsterling. Menurut Rishi, minus dukungan pemerintah saat ini, laksana ekonomi Inggris akan jauh lebih buruk.

ONS pun merinci pinjaman bersih antara April hingga akhir Juli diperkirakan mencapai 150, 5 miliar pounsterling, namun, angka defisit bulan lalu sudah mencapai 26, 7 miliar pounsterling.

Meski demikian, penjualan ritel di Inggris telah melonjak 3, 6 persen jika dibandingkan dari bulan Juni lalu. Hal itu lantaran Inggris telah membuka kembali sejumlah toko-toko, restoran, beserta tempat hiburan di wilayah itu.

“Penjualan ritel sekarang telah menguat kembali setelah lelap selama puncak pembatasan akibat virus Corona. Banyak toko yang dibuka untuk perdangangan dan penjualan online tetap pada tingkat tertingginya sepanjang sejarah, ” kata Ahli Statistik ONS, Jonathan Athow pada Jumat (21/8) waktu setempat.

Athow menerangkan, meski belum sembuh sepenuhnya jika dibandingkan dengan masa waktu sebelum pandemi, penjualan target bakar dan pakaian terus meningkat.

Sementara, penjualan makanan pun telah kembali turun daripada puncaknya karena banyak orang dengan memilih untuk berpergian ke restoran atau pub.

Kalau dilihat secara makro, ekonomi Inggris telah menyusut sampai seperlima periode pada kuartal kedua. Namun, ekonomi Inggris pun berangsur pulih. PDB mereka disebut tumbuh 8, tujuh persen di bulan Juni.

(mjo/vws)

[Gambas:Video CNN]