+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Demokrat soal BEM UI: Kampus Jangan Jadi Alat Istana

demokrat-soal-bem-ui-kampus-jangan-jadi-alat-istana-1

Demokrat soal BEM UI: Kampus Jangan Jadi Alat Istana

Jakarta, CNN Indonesia —

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demorkat , Irwan mengucapkan kampus tak boleh menjelma alat untuk membungkam kemerdekaan mahasiswa berpendapat. Ia pun meminta perguruan tinggi tidak mematikan daya kritis mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Irwan merespons metode Rektorat Universitas Indonesia (UI) yang memanggil sejumlah pemimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI usai mengkritik Kepala Joko Widodo (Jokowi) The King of Lip Service .

“Pihak kampus tidak boleh maka alat Istana untuk membungkam kemerdekaan mahasiswa berpendapat, ” kata Irwan saat dihubungi CNNIndonesia. com , Senin (28/6).


Irwan menganut BEM UI menjuluki Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Ayah Membual memiliki basis masukan yang kuat. Menurutnya, tak seharusnya pihak UI memanggil para mahasiswanya tersebut.

“Pasti mereka BEM UI punya basis datanya sehingga final pada kesimpulan Jokowi: The King of Lip Service , ” tuturnya.

Anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu memperhitungkan Rektorat UI telah gagal mereformasi dunia perguruan luhur jika menganggap sikap BEM UI menjuluki Jokowi The King of Lip Service sebagai sebuah pelanggaran.

Menurutnya, menilai langkah BEM UI menjuluki Jokowi The King of Lip Service sebagai pelanggaran sama saja meneruskan kesalahan Orde Baru dengan menormalisasi kehidupan kampus mengikuti melumpuhkan kegiatan dan benar politik mahasiswa.

BEM UI menjuluki Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Indra Membual lantaran sering mengobral janji manis yang kerap tidak direalisasikan.

Mereka turut memuat sketsa beserta referensi tautan pemberitahuan yang memperlihatkan kontradiksi maklumat Jokowi, antara lain tentang rindu didemo, revisi UNDANG-UNDANG ITE, dan penguatan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak lama kemudian, pihak UI memanggil sebanyak pengurus BEM UI menggunakan surat nomor: 915/UN2. MENODAI. KMHS/PDP. 00. 04. 00/2021 yang ditandatangani oleh Eksekutif Kemahasiswaan UI, Tito Latif Indra.

Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra mengiakan diminta keterangan terkait target dan tujuan kritik sama dengan yang dimuat di media sosial BEM UI. Leon pun memastikan tak hendak menghapus kritik tersebut.

“Jadi, kami bertambah banyak memberikan keterangan serta menegaskan postingan tersebut tidak akan kami take down, ” kata Leon kepada CNNIndonesia. com , Minggu (27/6).

(dmi/fra)

[Gambas:Video CNN]