+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Dasar Suara Air Bisa Membuat Perasaan Jadi Tenang

Dasar Suara Air Bisa Membuat Perasaan Jadi Tenang

Dasar Suara Air Bisa Membuat Perasaan Jadi Tenang

Jakarta, CNN Indonesia —

Beberapa orang yang merasakan dengan suara air dapat membantu  orang ngerasa tenang dan bahkan tertidur memutar. Beberapa suaranya seperti suara deburan ombak laut, gemericik anak sungai, percikan air terjun, derai hujan.

Tak heran banyak orang memilih untuk mengunduh pelaksanaan suara air untuk memberi mereka suasana santai dan tenang. Lantas mengapa air yang mengalir ternyata memiliki efek menenangkan yang begitu kuat dan populer?

Sebagian dari jawabannya terletak pada bagaimana otak menafsirkan suara-suara yang  didengar. Baik saat terjaga maupun di tengah malam sebagai ancaman atau bukan ancaman.


Suara tertentu, seperti jeritan serta jam alarm yang keras, hampir tidak dapat ditolerir. Namun suara-suara lain, seperti angin di pepohonan dan deburan ombak yang memukul pantai, cenderung  diterima manusia.

“Suara pelan dan mendesing adalah suara non-ancaman, itulah sebabnya mereka bekerja untuk menenangkan orang, ” kata Orfeu Buxton, seorang profesor kesehatan biobehavioral di Pennsylvania State University dikutip dari  Live Science.  

“Suara itu seperti berkata: ‘Jangan khawatir, tanpa khawatir, jangan khawatir. ”

Sementara suara yang lebih keras cenderung lebih sulit buat diterima. Tetapi yang lebih penting daripada volume adalah karakter suara yang dapat memicu sistem kewaspadaan. Sistem ini yang diaktifkan oleh otak dan membuat kita tersentak dari tidur.

“Jenis kebisingan menentukan apakah Anda akan bangun atau tidak, mengontrol volume, karena informasi kebisingan diproses oleh otak kita secara berbeda, ” kata Buxton.

Hal itu sangat kontras dengan seruan atau dering telepon yang tiba-tiba mengheningkan cipta. “Dengan teriakan, ‘tidak ada suara’ dan kemudian langsung mengarah ke nada tinggi melaksanakan kita terbangun, ” kata Buxton.

Perbedaan akustik kurun ancaman mendadak dan non-ancaman itu dibuktikan dalam studi tahun 2012 oleh Buxton di lingkungan rumah sakit. Saat itu dilakukan percobaan dengan memutar alarm bervolume lembut sekitar 40 desibel atau seperti bisikan. Suara ini nyatanya mampu membangunkan peserta studi dari rebah sebesar 90 persen.

Sementara itu, suara helikopter & lalu lintas, ketika mencapai level teriakan 70 desibel, masih tak membangunkan peserta sesering alarm, dering telepon, dan bahkan percakapan bani adam yang relatif tenang.

Kamuflase akustik

Alasan lain mengapa suara air bisa membantu kita tidur ialah karena suara-suara itu tidak mengancam. Jika suara air dibunyikan dengan keras juga dapat meredam suara-suara yang dapat menimbulkan bukti bahaya di sistem kewaspadaan akal kita.

“Memiliki bentuk suara yang lain juga bisa membantu memblokir suara lain yang tidak dapat anda kendalikan laksana seseorang yang sedang menyiram di toilet, ” Buxton kata.

Semua tersebut membuat alat bantu tidur bertema air menjadi populer selama beberapa dekade. Di berbagai media mulai dari kaset hingga compact disk hingga MP3 hingga aplikasi set seluler saat ini memiliki suara air ini.

“Saya pikir aplikasi sangat bagus karena dapat memutar suara itu dan jelas membantu orang tidur, ” kata Buxton.

Belakang, Buxton memperingatkan agar tidak bergantung pada perangkat seluler untuk terbaring yang lebih nyenyak, karena informasi dari ponsel dapat mengganggu rebah.

(ctr/chs)

[Gambas:Video CNN]