+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Daftar Menteri yang Terdepak dari Kabinet Jokowi

Daftar Menteri yang Terdepak dari Kabinet Jokowi

Daftar Menteri yang Terdepak dari Kabinet Jokowi

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Joko Widodo mencopot sejumlah menteri dalam  Kabinet Indonesia Maju dan mengangkat beberapa orang baru untuk membantunya dalam kerja-kerja pemerintahan. Para menteri yang dicopot itu hanya berfungsi selama satu tahun sejak diumumkan 2019 lalu.

Jokowi memutuskan kocok ulang atau reshuffle kabinet dan mengumumkannya dalam Istana Negara pada hari ini, Selasa (22/12). Berikut daftar menteri yang dicopot oleh Jokowi.

Posisi Juliari  Peter Batubara yang kini menjadi tersangka dugaan korupsi bansos Covid-19 oleh  KPK, digantikan Tri Rismaharini  menjabat Menteri Sosial.


Sementara kursi Wishnutama  yang sebelumnya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif digeser oleh Sandiaga  Salahudin Uno.

Adapun status Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) diisi oleh Sakti Wahyu Trenggono  yang sebelumnya menempati Wakil Menteri  Pertahanan. Jabatan Menteri KKP  kosong setelah Edhy Prabowo  dicokok petugas KPK  dalam dugaan korupsi benih lobster atau benur.

Fachrul Razi yang sebelumnya menduduki kursi Menteri Agama juga kudu keluar dari Kabinet Indonesia Lulus, digantikan Yaqut  Cholil  Qoumas.

Posisi Agus Suparmanto  sebagai Menteri Perdagangan juga  dirombak kembali dan kini diisi M Luthfi.

Terawan Agus Putranto yang lebih setahun ini menjabat Menteri Kesehatan pun harus lengser. Ia digantikan Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menjabat Wamen  BUMN.

Infografis Daftar Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju Infografis Daftar Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Presiden Jokowi  Widodo  sempat tahu menteri dan petinggi negara di Kabinet Indonesia Maju bahwa dirinya bisa melakukan reshuffle . Kala itu, Jokowi  bicara demikian lantaran tidak puas melihat kinerja menteri yang dianggap  berjalan biasa-biasa saja di tengah pandemi virus corona (SARS-CoV-2).

“Langkah apapun yang extraordinary akan beta lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa selalu membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle . Sudah kepikiran ke mana-mana saya, ” cakap Jokowi  pada Juni lalu.

(bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]