+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Bukti Ilmiah di Balik Seseorang Sedang Stalking Medsos Mantan

Bukti Ilmiah di Balik Seseorang Sedang Stalking Medsos Mantan

Bukti Ilmiah di Balik Seseorang Sedang Stalking Medsos Mantan

Jakarta, CNN Indonesia —

Beralih atau move on   setelah mengakhiri  persahabatan dengan pasangan tak selalu gampang. Kadang sebagian dari Anda sembunyisembunyi masih mencari tahu atau stalking   media sosial sang mantan. Salah satunya Facebook .

Ada studi ilmiah yang menelisik alasan di balik seseorang masih stalking Facebook mantan.

Ketika mulai mencari tahu ataupun stalking kehidupan baru mantan, Kamu mendadak bakal menyerupai seorang intel. Mulai dari menelusuri foto-foto teranyar dengan pacar barunya hingga menilik statusnya.



Mengapa, meskipun Anda bersumpah tidak akan memeriksa Facebook mantan tetapi ada bagian kecil dari diri Anda yang tak bisa menentang rasa ingin tahu tersebut. Mungkinkah ini cemburu atau sekadar mengecap ingin tahu?

Secara sains, rasa penasaran adalah salah satu perilaku manusia. Dikutip dari Your Tango , Kevin Wise dari University of Missouri mencoba memecahkan petunjuk tersebut menggunakan sensor EMG paras. Saat terhubung ke otot lupa, sensor ini mendeteksi tingkat pandangan positif yang berasal dari rangsangan visual.

Dalam penelitian sosial tersebut, ia mendokumentasikan secara cermat aktivitas Facebook lebih sebab 30 orang. Dia menemukan, sebagian besar peserta menggunakan Facebook untuk mencari di halaman teman-teman dan mantan dari teman, mengenai informasi-informasi ‘kejutan’.

Wise menyimpulkan, alasan mengapa sebagian dari Anda menghabiskan banyak waktu untuk menjelajahi laman Facebook mantan adalah sebab memperoleh kepuasan emosional yang instan. Ia melihat, pencarian sosial di Facebook jadi bentuk ikatan emosional.

Tetapi begitu psikolog dari Brunel University di Inggris, Tara C. Marshall belum bisa menerima kesimpulan itu. Bagaimanapun, ia memperingatkan, terus-menerus terobsesi dengan kehidupan mantan kekasih bakal merugikan kesehatan Anda.

Marshall melakukan  penelitian dengan menganalisis aktivitas Facebook 464 peserta setelah putus. Studi ini menguji hipotesis bahwa, orang yang tetap berteman di Facebook dengan mantan pasangan akan mengalami penyesuaian dan pertumbuhan yang bertambah buruk dibanding mereka yang tidak.

Aktivitas mantan pasangan yang terlihat di Facebook berdampak negatif terhadap upaya penyesuaian situasi setelah putus.

Foto: CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Mini tujuh Langkah Saat Terjebak di Cinta Tak Berbalas

Ironisnya, Marshall mencatat kalau ada korelasi langsung antara jumlah waktu yang dihabiskan peserta pada halaman Facebook mantan dengan penambahan level tekanan emosional.

Ia juga menemukan bahwa ada penurunan harga diri dan pertumbuhan pribadi, yang hanya membuktikan kalau stalking Facebook mantan tak seharusnya Kamu lakukan. Sebab aktivitas ini malah akan melelahkan secara emosional.

Seolah tak cukup meyakinkan untuk meletakkan telepon genggam atau meninggalkan laptop, dengan semua platform media sosial yang mudah diakses dengan ujung jari Anda, memeriksa orang-orang di masa lalu telah membuat Anda ketagihan.

Jadi, Marshall meminta Anda mencatat, mantan menjadi masa lalu sebab suatu alasan. Jangan biarkan kejadian simpel dan polos seperti stalking membawa Anda ke kecanduan lantas tak bisa lepas.

(NMA)

[Gambas:Video CNN]