+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

BTN Buka Peluang Merger dengan 3 Bank Syariah BUMN

BTN Buka Peluang Merger dengan 3 Bank Syariah BUMN

BTN Buka Peluang Merger dengan 3 Bank Syariah BUMN

Jakarta, CNN Indonesia —

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  atau  BTN memiliki peluang untuk  ikut  bergabung dalam merger  bank syariah BUMN lainnya, yakni PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Direktur BTN Pahala Mansury mengatakan untuk saat ini BTN belum ikut serta dalam aksi korporasi tersebut lantaran lini bisnis syariah masih berbentuk Unit Cara Syariah (UUS). Sementara itu, untuk dapat mengikuti merger harus berbentuk Bank Umum Syariah (BUS).

“Jadi, memang kami belum ikut dalam proses merger yang dilakukan oleh 3 bank Himbara lainnya, ” ujarnya dalam paparan kinerja kuartal III 2020, Kamis (22/10).



Namun, ia menyatakan terdapat peluang bagi perseroan untuk menyusul 3 bank syariah Himbara lainnya. Pasalnya, OJK mewajibkan UUS melakukan spin off alias melepaskan diri dari induk usahanya dan membuat BUS.

Tetapi, kata pendahuluan Pahala, BTN masih akan menunggui arahan dari pemegang saham pokok keputusan merger merupakan kewenangan pemegang saham, dalam hal ini Kementerian BUMN.

“Memang kalau kami lihat di 2023, jadi dengan melihat regulasi sekarang itu semua UUS sudah harus dipersiapkan menjadi BUS. Jadi mungkin kalau dari apakah akan ikutan, mungkin nantinya akan ikutan, tapi datang dengan saat ini kami sedang menunggu bagaimana arahan dari pemegang saham ke depannya, ” tuturnya.

Saat ini, jalan merger 3 bank syariah tersebut sudah sampai pada tahap penyampaian rencana merger pada 20 Oktober lalu. Sebelumnya, ketiga bank tersebut telah menandatangani Conditional Merger Agreement ( CMA) pada 12 Oktober.

[Gambas:Video CNN]

Dalam rencana penggabungan 3 bank syariah BUMN itu, komposisi pemegang saham terbesar pada bank buatan penggabungan dikuasai oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan porsi 51, 2 persen.

Sementara itu, untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejumlah 25, 0 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 17, 4 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 upah, dan publik 4, 4 komisi. Struktur pemegang saham itu ditentukan berdasarkan perhitungan valuasi dari per bank peserta merger.

Targetnya, pada awal Februari 2020 ketiganya sudah bisa mencapai legal merger  sehingga secara resmi sudah tergabung menjelma satu entitas.

(ulf/sfr)