+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

BP Jamsostek Kantongi 5 Juta Rekening Pekerja Penerima BLT

BP Jamsostek Kantongi 5 Juta Rekening Pekerja Penerima BLT

BP Jamsostek Kantongi 5 Juta Rekening Pekerja Penerima BLT

Jakarta, CNN Indonesia —

BP Jamsostek  mengklaim telah mengantongi lebih dari 5 juta nomor rekening  pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang jadi calon penyambut bantuan langsung tunai ( BLT )  Rp600 ribu per 12 Agustus 2020.

Jumlah tersebut setara 31, 8 persen dibanding total target calon penerima menyentuh 15, 72 juta orang. Zaman ini, perusahaan yang dulu lumrah dengan nama BPJS Ketenagakerjaan tersebut masih terus memproses kelengkapan nomor rekening dari calon penerima subsidi upah.

“Posisi pagi ini telah terkumpul lebih sebab 5 juta nomor rekening, ” ucap Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja kepada CNNIndonesia. com, Rabu (12/8).


Utoh  mengingatkan biar pekerja dan perusahaan yang memasukkan pekerjanya dalam program asuransi BP Jamsostek  ikut berperan aktif menganjurkan nomor rekening pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta ke pihaknya.

“Diharapkan pemberi kerja (perusahaan) dan tenaga kegiatan ikut proaktif menyampaikan data cetakan rekening dimaksud sesuai skema & kriteria pemerintah, ” katanya.

Kendati begitu, tidak ada batas waktu tertentu yang ditetapkan perusahaan dalam melengkapi data nomor rekening calon penerima subsidi upah. Bila sudah lengkap baru pencairan subsidi upah akan diberikan.

[Gambas:Video CNN]

Rencananya, pemberian subsidi risiko akan langsung ditransfer ke rekening calon penerima, sehingga tidak mencuaikan lembaga lain atau pihak ketiga. Tujuannya agar bansos lebih tepat sasaran.

“BP Jamsostek telah menyampaikan kepada pemerintah keterangan peserta aktif dengan upah di bawah Rp5 juta, berdasarkan upah pekerja yg dilaporkan dan tercatat di BP Jamsostek, ” jelasnya.

Sementara terkait skema, kriteria, dan mekanisme pencairan bertambah lanjut, ia menyatakan masih menunggui peraturan menteri ketenagakerjaan (permenaker). Zaman ini, aturan itu tengah diharmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Kami tunggu permenakernya, ” imbuhnya.

Pemerintah akan memberikan BLT  Rp600 ribu per bulan ke 15 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta demi membangun mereka menghadapi tekanan ekonomi akibat virus corona.   BLT  bakal diberikan sebanyak empat kali ataupun kalau diakumulasi Rp2, 4 juta per penerima.

Subsidi upah akan dicairkan dua kamar sekali dengan nominal Rp1, 2 juta per penerima per pencairan.

Sejauh ini, ada beberapa syarat yang berlaku di dalam program tersebut. Mula-mula , calon penerima merupakan Awak Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kedua , terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang masih aktif di program kepesertaan.

Ke-3 , peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi praktisi di bawah Rp5 juta serasi yang dilaporkan ke BP Jamsostek. Keempat , memiliki rekening bank yang masih aktif.

Infografis Mengenal BLT untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp5 juta Infografis Mengenal BLT untuk Pekerja Bergaji pada Bawah Rp5 juta. (CNN Indonesia/Fajrian)

Kelima , tidak masuk dalam peserta penerima manfaat Kartu Prakerja. Keenam , peserta membayar iuran sampai Juni 2020.

Calon penerima terpilih merupakan pengikut aktif dan membayar iuran datang 30 Juni 2020. Sementara untuk pekerja dengan gaji di kolong Rp5 juta yang tidak mengakar dalam kepesertaan BP Jamsostek, rencananya akan tetap dibantu pemerintah mencuaikan program Kartu Prakerja.

Pada program Kartu Prakerja, calon penerima juga akan mendapatkan dorongan sebesar Rp600 ribu per kamar sebanyak empat kali atau akumulasi Rp2, 4 juta. Bedanya, penyambut harus mengikuti pelatihan yang dibiayai pemerintah dengan pagu sebesar Rp1 juta dan mengisi lembar inspeksi dengan insentif tambahan Rp150 ribu.

 

(uli/agt)