+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Bekas Rekanan Curi Kabel Telkom, Menyapu Rp150 Juta Per Aksi

Bekas Rekanan Curi Kabel Telkom, Menyapu Rp150 Juta Per Aksi

Bekas Rekanan Curi Kabel Telkom, Menyapu Rp150 Juta Per Aksi

Semarang, CNN Indonesia —

Polisi   menemukan bahwa tokoh pencurian kabel  Telkom yang kerap  terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, merupakan mantan rekanan proyek galian kabel.

Situasi itu diketahui usai  Subdirektorat Kebiadaban dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Pusat membekuk kawanan yang beranggotakan 14 orang ini saat tengah beraksi di kawasan Jalan Supriyadi, Semarang,   Senin (9/11).

Dari penyidikan, salah satu pelaku bernama Harry yang menjadi penggagas pelaku diketahui pernah menjadi pegawai rekanan Telkom yang sering mendapat pekerjaan perbaikan instalasi kabel.


“Salah satu pelaku yakni Harry merupakan bekas mitra dari Telkom sendiri yang diberi pekerjaan untuk perbaikan instalasi kabel bawah tanah. Jadi cakap persis teknik-tekniknya”, ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Wihastono Yoga saat gelar urusan di Mapolda Jateng, Kamis (12/11).

Tak hanya pada teknis pencurian, pelaku juga mewujudkan surat palsu nota dinas perbaikan yang diberi kop dan cap logo Telkom untuk mengelabui petugas. Dalam aksinya, kawanan ini selalu mengambil waktu malam hari  serta sepi orang.

“Mereka juga buat surat palsu nota dinas untuk pengerjaan perbaikan, sempurna dengan logo dan stempel Telkom. Jadi bila ada yang tanya, mereka nunjukin surat itu”, tambahan Wihastono.

Selama kurun waktu tiga kamar, kawanan ini sudah beraksi dalam tiga lokasi di Kota Semarang dengan rata-rata menggasak kabel telkom sepanjang 400 meter.

Oleh pelaku, kabel telkom yang berbahan utama tembaga dijual di loak dengan harga Rp80 seperseribu sampai Rp90 ribu per kilo. Hasil penjualannya, kata dia, bisa mencapai Rp150 juta yang lalu dibagi secara merata untuk 14 orang.

“Kita ambilnya biasanya 400 meter, dimana beratnya bisa sampai 2 ton. Kemudian kita jual ke loak dalam luar Semarang seharga Rp80 seperseribu per kilo. Rata-rata setiap lokasi kita bisa jual sampai Rp150 juta. Ini kita sudah tiga kali, dan aksi keempat bahkan ketangkap “, kata Harry, otak pelaku.

Dari kawanan ini, Polisi berhasil menyita bahan bukti berupa linggis, palu, semak, las, kabel tembaga, surat Nota Dinas palsu, buku tabungan serta 2 unit mobil. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian yang risiko hukumannya maksimal lima tahun penjara.

(dmr/arh)

[Gambas:Video CNN]