+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Anies Sebut Warga Belum Vaksin Ibarat Naik Motor Tanpa Helm

anies-sebut-warga-belum-vaksin-ibarat-naik-motor-tanpa-helm-1

Anies Sebut Warga Belum Vaksin Ibarat Naik Motor Tanpa Helm

Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengibaratkan vaksinasi Covid-19 seperti pengendara motor yang dilindungi helm saat berkendara.

Disampaikan Anies, masyarakat yang telah menerima dosis vaksin dapat mengurangi risiko jika nantinya terpapar Covid-19.

“Jika kita sudah dapatkan vaksin, kalaupun terpapar, gejala ringan atau OTG.Maka kenapa kita perlu vaksinasi, bukan sukseskan program pemerintah saja, tapi melindungi diri dan keluarga kita agar kalau terpapar risiko kecil,” tutur Anies kepada wartawan, Minggu (15/8).


Ibarat pengendara motor, kata Anies, baik menggunakan helm maupun tidak itu tetap sama-sama punya risiko mengalami kecelakaan.

Namun, lanjutnya, pemotor yang tidak menggunakan helm memiliki risiko yang lebih besar saat kecelakaan, jika dibanding mereka yang memakai helm.

“Kalau terjadi kecelakaan, risiko yang lebih besar orang yang enggak pakai helm. Jadi seperti vaksin, kalaupun sudah vaksin masih bisa tertular, tapi kalaupun tertular bisa OTG atau gejala ringan,” kata Anies.

Atas dasar ini, Anies menyebut pihaknya terus menggenjot vaksinasi Covid-19 bagi warga ibu kota. Anies mengklaim saat ini tercatat sudah ada 9,2 warga Jakarta yang telah menerima suntikan vaksin.

“Alhamdulilah pagi ini sudah 9,2 juta penduduk Jakarta tervaksin, jadi setiap hari bisa sampai 200 ribu warga divaksin,” ucap Anies.

Sebelumnya, Anies menyebut bahwa Jakarta hanya memerlukan vaksinasi terhadap 4 juta orang agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Jadi kita masih ada sekitar hampir 4 juta (orang untuk mencapai herd immunity),” kata Anies dalam acara #ChatRoom A-Z Anies Bicara Pandemi di DKI yang disiarkan secara langsung di akun Instagram @CNNIndonesia, Jumat (13/8) malam.

Di sisi lain, Anies mengakui persentase penerima vaksin di Jakarta memang tinggi. Namun, menurutnya, dari jumlah itu sebanyak 40 persen penerima vaksin di antaranya bukan warga Jakarta.

“Secara persentase memang tinggi, tetapi sekitar 40 persen yang kita vaksin bukan penduduk ber-KTP Jakarta,” tutur Anies.

(dis/gil)

[Gambas:Video CNN]