+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Anak-anak Trump Terpecah Sikapi Hasil Pemilu AS

Anak-anak Trump Terpecah Sikapi Hasil Pemilu AS

Anak-anak Trump Terpecah Sikapi Hasil Pemilu AS

Jakarta, CNN Indonesia —

Presiden Amerika Serikat , Donald Trump , disebut pusat dihadapkan pada dilema lantaran sebanyak anaknya berselisih paham mengenai dengan jalan apa menyikapi hasil pemilihan umum 3 November lalu.

Sekitar ini, Trump masih berkeras buat menempuh jalur hukum demi menuntut hasil pemilu yang dianggapnya cerdik.

Sikap itu dibantu oleh dua anaknya yakni Donald Trump Jr. dan Eric Trump. Keduanya sangat antusias mendukung Trump untuk terus menempuh jalur adat demi memperjuangkan nasib sang abu di Gedung Putih.


CNN melaporkan Donald Trump Jr. dan Eric Trump disebut memberitahu ayah mereka untuk terus berjuang secara bergairah sampai akhir, dengan tetap menyerukan klaim tidak berdasar bahwa pilpres telah dicurangi dan hasilnya harus berubah.

“Orang-orang tahu persis apa yang terjadi dalam negara ini. Ini kecurangan! ” kata Eric melalui pernyataan dengan dirilis tim kampanye Trump dalam Kamis (12/11).

Tuduhan itu disampaikan Eric ketika tim kampanye Trump sedangkan menggalang dana untuk membiayai gugatan hukum terhadap hasil pilpres.

Langkah berbeda diambil oleh Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner. Keduanya lebih terkesan bermain aman dengan menimbang-nimbang perhitungan kebijakan yang berbeda dari Trump Jr. dan Eric.

Patuh seorang sumber CNN yang dekat dengan Ivanka, dia dan suaminya tidak yakin bahwa gugatan hukum mampu mengubah hasil pilpres.

Ivanka dan Kushner disebut mengajukan Trump mengambil pendekatan yang lebih terukur, dengan membiarkan proses hukum dan penghitungan ulang berlanjut perlu memastikan integritas pilpres di kala mendatang.

Pasangan tersebut disebut mengambil jalan aman kausa karir politik mereka banyak kurang ditentukan oleh nasib Trump dalam Gedung Putih.

“Setiap suara yang diberikan secara makbul harus dihitung. Setiap suara dengan diberikan secara tidak sah tak seharusnya dihitung. Ini seharusnya tidak kontroversial, ” tulis Ivanka. “Ini bukan pernyataan partisan-pemilu yang lepas dan adil menjadi dasar demokrasi kita, ” kata Ivanka melalaikan kicauan di Twitter.

[Gambas:Twitter]

Hingga kini, baik pihak Gedung Putih maupun juru bicara Donald Trump Jr. menolak berkomentar.

Seperti diketahui, Trump menumpukan mengakui kemenangan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pemilu kemarin.

Trump beserta tim kampanye menegaskan bakal menempuh jalur hukum untuk menolak buatan pilpres yang memenangkan Biden.

Ia dan timnya mendakwa terjadi kecurangan di Pennsylvania & negara bagian lain yang memimpin perolehan suara Biden.

Namun, sejauh ini, tim Trump belum membuktikan apa-apa di mahkamah soal klaim kecurangan tersebut.

Selain menuntut hasil pemilu ke pengadilan, Trump dan pemerintahannya disebut berupaya mempersulit proses pertukaran pemerintahan kepada Biden.

Kepala Pelayanan Umum Pemerintahan (General Services Administration/GSA) Emily Murphy, yang dipilih Trump, masih menolak menandatangani sejumlah dokumen supaya masa transisi bisa segera dimulai.

Tanpa persetujuan GSA, dana transisi dan sumber daya lainnya tidak dapat mengalir ke Biden dan timnya.

Selain itu, Biden dan tim transisinya juga masih belum diberi akses terhadap informasi intelijen. Trump bahkan melarang Kemlu AS meluluskan Biden akses terhadap tumpukan perintah dari sejumlah kepala negara asing.

(rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]