+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Amazon hingga Facebook Bakal Kena Reformasi Pajak Global

amazon-hingga-facebook-bakal-kena-reformasi-pajak-global-1

Amazon hingga Facebook Bakal Kena Reformasi Pajak Global

Jakarta, CNN Nusantara —

Segenap negara anggota G7 mengangkat proposal   pajak minimum perusahaan global yang diajukan  Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan di London, Inggris, akhir pekan ini.

Dilansir dari CNN Business, mereka sepakat perusahaan multinasional mau dikenakan pajak minimum 15 persen yang berlaku dengan global agar perusahaan-perusahaan itu tidak mengalihkan keuntungannya ke negara surga pajak.

Selain pajak 15 persen, grup G7 selalu setuju bahwa perusahaan terbesar harus membayar pajak dalam tempat mereka menghasilkan pemasaran, dan bukan hanya di tempat mereka memiliki kehadiran fisik.


Menteri keuangan Inggris Rishi Sunak mencanangkan kesepakatan itu dalam suatu video yang diposting dalam Twitter. Sunak mengatakan para-para menteri keuangan G7 dengan berasal dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS telah menyentuh kesepakatan bersejarah untuk mereformasi sistem pajak global agar sesuai dengan era digital global.

Tempat pun menegaskan hal terutama dalam reformasi pajak itu adalah untuk memastikan kalau sistem adil sehingga perusahaan yang tepat membayar retribusi yang tepat di tempat yang tepat.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mencari dukungan untuk menyusun ulang aturan pajak internasional mencegah perusahaan Amerika untuk membukukan pendapatan di sungguh negeri.   Yellen mengatakan bahwa perjanjian itu merupakan komitmen yang signifikan & belum pernah terjadi sebelumnya.

“Para Menteri Keuangan G7 telah membuat komitmen yang signifikan dan belum pernah terjadi sebelumnya hari itu yang memberikan momentum luar biasa untuk mencapai pajak minimum global yang kuat secara tarif setidaknya 15 upah, ” tulis Yellen di dalam pernyataannya.

Dia memaparkan pajak minimum  global akan mengakhiri ketidakadilan perkara pajak.

“Pajak minimum global itu hendak memastikan keadilan bagi kelas menengah dan pekerja pada AS dan di seluruh dunia, ” katanya.

Yellen pun mendahulukan aturan pajak baru itu pun juga akan mencanai lapangan bisnis dan memajukan negara-negara untuk bersaing secara dasar yang positif, semacam mendidik dan melatih tenaga kerja dan berinvestasi di dalam penelitian dan pengembangan & infrastruktur.

Manusia besar perusahaan teknologi seperti Apple, Facebook dan Google barangkali akan terpengaruh oleh konvensi tersebut. Pemerintah asing telah lama mengeluh bahwa perusahaan digital besar harus membayar mereka lebih banyak pada bentuk pajak.

Beberapa baru-baru ini meloloskan pajak yang secara khusus menargetkan pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, termasuk yang berbasis di AS seperti Facebook, Google dan Amazon.

Nick Clegg, wakil presiden Facebook untuk urusan global, mengatakan dalam sebuah pemberitahuan bahwa perusahaan telah lama menyerukan reformasi aturan retribusi global dan menyambut perkembangan penting yang dibuat di G7.

“Kami ingin proses reformasi retribusi internasional berhasil dan menyadari ini bisa berarti Facebook membayar lebih banyak pajak, dan di tempat dengan berbeda, ” tambah Clegg.

Google mengucapkan sangat mendukung aturan pajak internasional.

“Kami berharap negara terus berlaku sama untuk memastikan suara yang seimbang, ” tukang bicara Google, José Castaneda, mengatakan dalam sebuah maklumat kepada CNN Business.

Tengah itu Amazon menanggapi petunjuk tersebut bakal menciptakan solusi dan stabilitas pada bentuk pajak internasional

“kami percaya proses dengan dipimpin OECD akan menciptakan solusi multilateral dan menolong membawa stabilitas pada bentuk pajak internasional. Perjanjian oleh G7 menandai langkah lulus yang disambut baik di dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Kami berharap untuk melihat diskusi terus berlanjut dengan aliansi G20 dan kondisi Inklusif yang lebih umum, ” ujar juru kata Amazon.

Konvensi tersebut menandai kemenangan signifikan bagi pemerintahan Biden menjumpai KTT para pemimpin G7 minggu depan di Cornwall. Dipimpin oleh Yellen, GANDAR telah mendorong sangat membanting untuk kesepakatan seperti itu menjelang G7.

Seperti diketahui, pada Mei lalu, Kementerian Keuangan AS mengusulkan pajak perusahaan multinasional minimum 15 persen yang berlaku secara global agar perusahaan-perusahaan tersebut tidak membelok keuntungannya ke negara surga pajak.

Batas minimum yang diusulkan tersebut lebih rendah dari rencana Presiden AS Joe Biden yakni menaikkan tarif pajak perusahaan domestik menjadi 28 persen. Biden juga menganjurkan pengenaan retribusi minimum 21 persen atas keuntungan asing negeri yang diperoleh sebab perusahaan-perusahaan AS.

[Gambas:Video CNN]

(CNN/age)