+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

Afrika Selatan Bantah Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya

Afrika Selatan Bantah Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya

Afrika Selatan Bantah Varian Baru Covid-19 Lebih Berbahaya

Jakarta, CNN Indonesia —

Gajah Kesehatan  Afrika Selatan   Zweli Mkhize pada Kamis (24/12) membantah varian baru  virus corona yang tumbuh di wilayahnya lebih berbahaya. Tentangan diberikannya terkait pernyataan  Menteri Kesehatan  Inggris Matt Hancock yang menciptakan persepsi varian baru covid-19 di Afrika Selatan telah menjadi faktor utama pemicu gelombang kedua covid-19 di Inggris.  

Dia mengatakan tidak ada bukti varian baru covid-19 yang beredar di negara itu lebih berbahaya atau lebih menular daripada yang ditemukan di negara lain.

“Ini tidak benar. Tersedia bukti bahwa varian (baru covid-19) di Inggris berkembang lebih kausa daripada varian Afrika Selatan, ” kata Zweli seperti dikutip sejak Anadolu , Jumat (25/12).


Pada Rabu (23/12), Inggris memberlakukan larangan masuk bagi turis dari Afrika Selatan pada tengah kekhawatiran atas varian perdana covid-19 di negara tersebut.

Dalam jumpa pers pada Rabu di Downing Street, Hancock mengatakan varian baru covid-19 di Afrika Selatan sangat memprihatinkan sebab lebih menular dan tampaknya sudah bermutasi lebih jauh dari varian baru yang ditemukan di Inggris.

Varian Afrika Daksina dilaporkan terdeteksi pertama kali dalam Inggris pada Selasa (22/12). Varian ditemukan pada orang yang pernah mengunjungi Afrika Selatan.

Inggris kemudian memerintahkan orang-orang dengan pernah atau sempat melakukan kontak dengan mereka yang melakukan kunjungan ke negara itu untuk lekas dikarantina.

“Melarang perjalanan antara Inggris serta Afrika Selatan adalah keputusan dengan tidak menguntungkan. Keputusan seperti tersebut akan membutuhkan lebih banyak fakta ilmiah daripada yang tersedia masa ini, ” kata Zweli.

Lebih lanjut, dia mengucapkan tim genomiknya telah meyakinkan itu bahwa saat ini tidak ada bukti varian baru covid-19 pada Afrika Selatan yang diberi nama 501. V2 lebih menular daripada varian yang beredar di Inggris seperti yang dikatakan Hancock.

“Juga tidak ada tanda bahwa (varian) 501. V2 menyebabkan penyakit yang lebih parah ataupun peningkatan mortalitas daripada varian Inggris atau varian apa pun dengan telah diurutkan di seluruh dunia, ” katanya.

Sejauh ini, Afrika Selatan memiliki total kasus positif corona sebanyak 968. 563 dengan 25983 kematian. Nilai tersebut merupakan yang  tertinggi di benua Afrika.

Tatkala Inggris memiliki lebih dari dua, 1 juta kasus yang dikonfirmasi dan 69. 731 kematian akibat covid-19.

(ans/agt)

[Gambas:Video CNN]