+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

66. 924 Rekening Calon Penerima BLT Pekerja Masih Bermasalah

66

66. 924 Rekening Calon Penerima BLT Pekerja Masih Bermasalah

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan   Agus Susanto menyebut masih ada 66. 924 rekening bermasalah sebab calon penerima bantuan langsung tunai ( BLT ) berupa subsidi imbalan bagi pekerja bergaji di kolong Rp5 juta.

Agus menyatakan, hingga saat ini, pihaknya masih berusaha menghubungi berbagai pihak dari pekerja, pemberi kerja, mematok bank tempat rekening pekerja terdaftar.

“Masih ada 66. 924 rekening yang masih dalam proses tim kami seluruh Nusantara bergerak cepat bekerja 24 tanda menghubungi seluruh pihak, ” kata Agus pada konferensi pers maya, Rabu (16/12).



Agus  merinci, per akhir September 2020, sebesar 12, 4 juta rekening diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Setelah dilakukan validasi berlapis, masih ditemukan sebanyak 154. 887 rekening dengan tidak bisa ditransfer alias problematis.

Dari total bon bermasalah itu, pihak terkait melakukan perbaikan dan sebanyak 87. 963 di antaranya sudah diperbaiki & diserahkan kepada Kemenaker.

Sedangkan sisanya yakni 66. 924 rekening hingga kini belum lulus ditemukan pemecahannya. Agus bilang salah satu penyebab yang menyebabkan memindahkan gagal dilaksanakan yakni karena bon telah ditutup oleh pekerja.

Kemudian, rekening yang didaftarkan bukan rekening yang terdaftar pada sistem kliring nasional (SKN) Bank Indonesia.

“Ada juga rekening dibekukan, rekening diblokir, nama rekening tidak sesuai, nama pasif atau dorman jadi pada waktu validasi rekening tersedia tapi status rekening tidak diuji dan juga ada rekening pinjaman sehingga saat ditransfer BSU ditolak, ” jelasnya.

Di kesempatan sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan per 14 Desember 2020, BLT  sudah disalurkan sejumlah Rp27, 96 triliun. Artinya, realisasi sudah mencapai 93, 94 upah dari target.

Kalau dilihat per termin, termin prima sudah tersalurkan kepada 12, 26 juta orang atau 98, 86 persen dengan nilai sebesar Rp14, 71 triliun.

Sementara, termin kedua sudah tersalurkan pada 11, 04 juta orang atau setara 89 persen dengan kadar sebesar Rp13, 2 triliun.

“Jika dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100 persen, mengapa? Di dalam termin pertama berdasarkan laporan Bank Penyalur terdapat sejumlah data bon yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur, ” jelas Ida.

Dia memastikan pihaknya tak tinggal stagnan. Ia bilang dilakukan perbaikan petunjuk sehingga BLT  dapat tersalurkan kepada pekerja.

Adapun untuk termin kedua, hingga saat itu masih dalam proses penyaluran.

“Perlu diketahui, sebelum termin kedua disalurkan pada pertengahan November kemarin, berdasarkan rekomendasi KPK, awak bersama BPJS Ketenagakerjaan berkoordinasi secara Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data. Ini prinsip kehati-hatian yang kami lakukan, mengikuti rekomendasi sejak KPK, ” sebut Ida.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Ida menyebut keberlanjutan kebijakan BLT pada 2021 masih dalam tahap diskusi beserta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Kemenaker, lanjutnya, saat ini masih menunggu keputusan komite PENA dan mulai mendiskusikan desain kecendekiaan BSU tahun depan.

“Kemenaker siap mendukung program tarikh depan dan akan menyiapkan pola kebijakannya kalo udah ada keputusan dari komite, ” tutup dia.

(wel/sfr)