+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

5 Tips Aman Utang ke Pinjol

5-tips-aman-utang-ke-pinjol-1

5 Tips Aman Utang ke Pinjol

Jakarta, CNN Indonesia —

Kemudahan akses & minimnya persyaratan membuat fintech peer to peer lending atau pinjaman online ( pinjol ) menjadi solusi kebutuhan dana masyarakat di tengah situasi darurat.

Namun, rendahnya literasi hingga keterbatasan regulasi menghasilkan debitur rentan terhadap tipu bunga tinggi hingga menjelma korban dari praktik penagihan tak manusiawi oleh karakter jasa pinjol ilegal.

Untuk itu, masyarakat perlu lebih cermat dan hati-hati dalam menarik pinjaman secara online.


Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho memberikan sejumlah tips untuk memperoleh pinjaman online bertambah aman dan tak menjelma korban pelaku praktik peer to peer lending gelap.

Namun dia sendiri menyarankan agar pinjol menjadi alternatif terakhir karena memang bunganya yang nisbi besar dibandingkan dengan pinjaman legal lain.

“Alternatif sebelumnya adalah menjual/menggadaikan aset, atau mendapatkan pinjaman dari teman atau belahan kita, ” ujarnya pada CNNIndoensia. com .

1. Hindari Penawaran Pinjol  via SMS

Andy menuturkan kebanyakan pelaku pinjol ilegal menganjurkan jasanya melalui layanan pesan singkat ke nomor handphone pribadi atau chat menggunakan aplikasi WhatsApp.

Jika memiliki kebutuhan biaya yang sangat mendesak, disarankan untuk memilih aplikasi dengan terdaftar di Otoritas Kebaikan Keuangan. Cara mengeceknya pula mudah, yakni melalui kedudukan resmi ojk. go. id.

“Jangan meminjam dari pinjol yang menawarkan produknya dengan cara mengirim SMS/WhatsApp langsung ke kita, karena hal tersebut merupakan salah satu indikasi pinjol ilegal. Untuk memastikan pinjol yang akan kita apply adalah legal, bisa melihat di websitenya OJK, ” ucapnya.

2. Pahami Sarana dan Ketentuan

Selain mengecek legalitas cara pemberi pinjaman, Andy juga menyarankan masyarakat meluangkan waktu untuk membaca terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang diberikan.

Pokok, kebanyakan pinjaman online menjadi masalah di kemudian hari karena nasabah tidak terlalu memahami ketentuan hingga besar pengembalian pinjaman.

“Seperti berapa lama tenor dan bunga yang akan dikenakan, termasuk akan adanya biaya admin dan lain-lain. Bahkan kalau perlu menimbulkan agar dibuatkan simulasinya sebati jumlah yang akan kita apply, agar kita bertambah jelas memahaminya, ” tutur Andy.

3. Jangan Berikan Akses Kontak Pribadi

Ketua Satgas Perdata Investasi OJK Tongam L Tobing sebelumnya meningkatkan asosiasi untuk tidak menyetujui menyelang online yang meminta mengakses data kontak pribadi di handphone.

Pokok, biasanya data tersebut dimanfaatkan oleh pinjol ilegal untuk melakukan praktik penagihan utang yang tak manusiawi, mulai dari ancaman, pelecehan had pemerasan.

Keterangan pribadi debitur juga sensitif disebarluaskan dan orang-orang yang terdaftar dalam kontak handphone sering jadi sasaran penagihan utang.

“Selalu mereka meminta kita meluluskan semua data dan relasi di handphone bisa diakses. Ini malapetakanya. Jadi tetap, dia, kekuatan pinjol ilegal, adalah data kontak pada handphone. Oleh karena tersebut masyarakat kita selalu ditawarkan untuk mengizinkan ini, ” tuturnya.

Cek tips lain dalam meminjam kekayaan dari pinjol  pada halaman berikutnya.

Ukur Kemahiran Bayar

MEMBACA HALAMAN BERIKUTNYA