+01 452 4587254
8108 W. Saxon Street

10 Jenis Alat Kontrasepsi, Bukan Cuma Kondom

10-jenis-alat-kontrasepsi-bukan-cuma-kondom-1

10 Jenis Alat Kontrasepsi, Bukan Cuma Kondom

Jakarta, CNN Indonesia —

Momongan dianggap suatu rezeki yang sebaiknya tidak ditolak. Namun para pasangan tetap memiliki pilihan untuk melakukan perencanaan termasuk dengan kontrasepsi. Berikut jenis-jenis kontrasepsi menurut BKKBN beserta kelebihan dan kekurangan kontrasepsi.

Tiap 26 September dirayakan Hari Kontrasepsi Sedunia dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pentingnya perencanaan keluarga termasuk kehamilan. 

Kontrasepsi sendiri merupakan cara atau metode mencegah kehamilan. Ada beragam jenis kontrasepsi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.


Jika dilihat secara garis besar, kontrasepsi bisa dibedakan menjadi kontrasepsi hormonal, penghalang fisik, alami, juga jangka waktu.

Berikut jenis-jenis kontrasepsi menurut BKKBN beserta kelebihan dan kekurangan kontrasepsi.

Kontrasepsi hormonal

1. Pil KB

Salah satu jenis kontrasepsi hormonal adalah konsumsi pil yang mengandung kombinasi hormon progesteron dan estrogen. Di Indonesia, biasanya orang menyebutnya dengan istilah pil KB (Keluarga Berencana).

Sebagaimana dilansir Hello Sehat, pil KB membantu menahan ovarium (indung telur) agar tidak memproduksi sel telur. Kemudian memungkinkan sel telur tidak ‘bertemu’ dengan sperma. Konsumsi pil harus sesuai resep dokter dan biasanya diminum di waktu yang sama setiap hari.

Plus, CDC menyebut tingkat kegagalan pil KB hanya sekitar 7 persen. Kemudian mampu melancarkan haid dan mengurangi kram. meski ada pula yang tidak mengalami haid.

Minus, dokter mungkin tidak meresepkan pil KB untuk perempuan usia di atas 35 tahun, merokok dan ada riwayat pembekuan darah atau kanker payudara. Pil KB juga ada potensi menaikkan berat badan. Namun ini bisa diatasi dengan diet sehat dan olahraga rutin.

2. Pil KB Progestin

ilustrasi alat kontrasepsiIlustrasi jenis kontrasepsi pil progestin. (iStockphoto/Doucefleur)

Tidak seperti pil KB, pil KB progestin alias pil mini hanya mengandung progestin. Pil mini baik dikonsumsi oleh perempuan yang tidak cocok mengonsumsi estrogen.

Pil membuat lendir serviks lebih kental sehingga tidak memungkinkan sperma menempel pada sel telur.

Plus, minim efek samping, tidak mengganggu produksi ASI. Kegagalan sekitar 7 persen.

Minus, siklus menstruasi tidak teratur, potensi kenaikan berat badan.

3. KB suntik

Kb suntik juga salah satu jenis-jenis kontrasepsi menurut BKKBN. Berikut kelebihan dan kekurangan kontrasepsi jenis KB suntik.

Menurut laman Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Bantul, metode suntik KB berarti menyuntikkan hormon progestin ke aliran darah untuk menghentikan ovulasi. Ada dua jenis suntikan yakni, suntik KB 3 bulan dan 1 bulan.

Plus, lebih praktis dan efektif daripada pil KB dengan tingkat kegagalan 4 persen. Bahkan kegagalan suntik KB 1 bulan bisa kurang dari 1 persen.

Minus, harga relatif mahal, perlu kunjungan ke dokter, tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual (PMS), siklus menstruasi tidak teratur, tidak dianjurkan untuk perempuan dengan riwayat migrain, diabetes, sirosis hati, stroke, serangan jantung.

4. Intrauterine Device (IUD) hormonal

IUD merupakan alat kontrasepsi dengan bentuk menyerupai huruf T berbahan plastik. Alat ini ditempatkan pada rahim dan bekerja dengan menghalau sperma agar tidak membuahi sel telur.

IUD ada dua yakni, IUD tembaga (nonhormonal) dan IUD hormonal. Bedanya, IUD nonhormonal bisa bertahan hingga 10 tahun, sedangkan IUD hormonal perlu diganti tiap 5 tahun.

Plus, perawatan tidak rumit dan tahan lama.

Minus, risiko bergeser dan keluar dari tempatnya, biaya mahal dan risiko efek samping berupa bercak darah pada 3-6 bulan pertama pemakaian.

Simak jenis-jenis kontrasepsi menurut BKKBN beserta kelebihan dan kekurangan kontrasepsi.

Jenis-jenis kontrasepsi beserta kelebihan dan kekurangannya

BACA HALAMAN BERIKUTNYA